Kelompok Usaha Binaan LPMAK Ikut Seminar dan Pelatihan
Foto: Ribka/TimeX
MENDENGAR – Peserta seminar dan pelatihan dari Biro Ekonomi 7 Suku LPMAK mendengar pemaparan materi dari narasumber pada Selasa (13/11).
TIMIKA/TimeX
Puluhan warga tujuh suku yang tergabung dalam kelompok binaan usaha Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mengikuti seminar dan pelatihan manajemen bisnis di MPCC Jalan C Heatubun selama dua hari sejak, Senin-Selasa (12-13/11). Pada pelatihan itu mengusung tema “Bermitra dengan Tuhan Sebagai Sumber Berkat”.
Sebagai pemateri LPMAK hadirkan Jonly Woran dosen UNIP Manokwari. Pesertanya 70 orang terdiri dari peternak ayam petelur, babi, kios, toko mini dan perikanan.
“Harapan saya melalui kegiatan ini masyarakat bisa rubah pola pikir ke para dikma positif supaya mengarah lebih baik,” harap Abraham Timang Sekretaris Eksekutif LPMAK saat ditemui wartawan usai membuka seminar dan pelatihan pada Senin (12/11).
Menurutnya kalau berbicara profesional dalam tata kelola belum rapi perlu terjadi perubahan-perubahan agar usaha bisa berjalan terus menuju ke arah kemandirian. Karena selama ini dilihat dana bergulir tidak digunakan baik sehingga pola kedepan ada bantuan bentuk program yang lain akan lebih banyak ke Pengembangan Ekonomi Mandiri (PEM).
Dikatakan program PEM untuk kepentingan masyarakat, ada sekian bantuan usaha secara garis besar dievaluasi. Untuk mendapat program dana bergulir lanjutnya biasanya ketua, sekretaris, bendahara, anggota kelompok ajukan proposal. Namun kadang tidak berjalan maksimal.
Misalnya bikin kios dapat dana bantuan uang habis. Hal ini diketahui setelah LPMAK survei lihat tidak ada usaha yang di jalankan.
Menurutnya melalui seminar ini bisa lihat sama-sama kesalahan ada dimana supaya di tahun 2019 bisa jalan sukses.
Ia menyadari selama ini dana bergulir tidak ada manfaat hanya bagi-bagi uang, program dana bergulir bisa hilang. Namun dengan terapkan program ekonomi mandiri jelas dibina LPMAK fokus ayam potong dan ayam petelur. Hasil panennya selain memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika juga bisa distribusi ke Kabupaten Agats.
Untuk mensukseskan program-program LPMAK di tiga bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan Abraham mengharapkan adanya kerjasama dari PT Freeport dan pemerintah.
Roy Olikasa Asisten Wase Ekonomi LPMAK mengatakan kegiatan seminar dan kewirausahaan yang dilaksanakan bagi kelompok-kelompok PEM atau pengembangan ekonomi binaan LPMAK sejak LPMAK berdiri program ekonomi belum pernah lakukan pelatihan manajemen usaha bagi kelompok-kelompok binaan.
Ia mengakui seminar dan pelatihan dibuat menyikapi sorotan dari pimpinan yang menilai bahwa program ekonomi tidak ada dampak dan manfaat sejauh ini.
Iamenyebutkan 70 an peseerta ini terdiri dari para perternak babi, ayam petelur, kios, usaha minyak tanah, perikanan darat, usaha kapal ikan, usaha karaka. Dan masuk pada tahun 2019 mendantang sudah lebih kepada pelatihan-pelatihan.
Pelatihan ini nanti dari Biro Ekonomi 7 suku kedepannya akan lihat lebih kejenis usaha. Sistemnya perkelompok sejenis tidak campur ke usaha lain.
Sementara Jonly Woran berharap melalui kegiatan itu semua pelaku usaha binaan LPMAK bisa memahami dengan baik materi yang disampaikan sehingga ada perubahan. “Harapan saya masyarakat jangan hanya status mengembangkan bisnis. Tapi harus kalau mau dinamis dengan membuka diri mengikuti pelatihan-pelatihan untuk tambah pengetahuan,” harap Jonly saat ditemui Timika eXpress di MPCC pada hari terakhir, Selasa (13/11).
Jonly juga menguraikan di hari terakhir materi yang diberikan untuk kelompok-kelompok usaha binaan ini tentang manajemen bisnis yang di dalamnya menyangkut bagaimana strategi pemasaran, menghitung produk-produk biaya dan keuntungan dari usaha mereka masing-masing.
Selain itu bagaimana melatih supaya mampu menyusun arus kas keuangan masuk dan keluar. Hal ini penting diketahui katanya untuk membantu memastikan bisnis yang dijalankan memiliki prospek ke arah baik supaya bisa mengetahui apakah usaha dijalankan peroleh laba atau rugi, setelah berjalan dalam waktu lama.
Ia mengaku untuk mendorong semangat berusaha dalam mengelola keuangan peserta diberikan game disela kegiatan. Melalui game itu diajarkan bagaimana menghadapi masalah di luar kemudian dibahwa ke dalam lalu coba diskusi dan dipecahkan untuk dikerjakan bersama-sama.
Menurutnya ini sengaja diberikan karena menganggap materi manajemen bisnis belum banyak diberikan.
Sebab selama ini hanya baru dikasi keterampilan teknis mengenai cara ternak dan budidaya dengan baik.
“Saya pikir materi manajemen bisnis belum pernah diberikan dan ini yang pertama kali,” katanya.
Pria berkulit putih ini mengatakan materi yang dipaparkan itu dikemas langsung oleh internasional organisasi ketenagakerjaan dunia. Mereka mempunyai materi dan modul dan metodogi sudah lengkap. (a31)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Kelompok Usaha Binaan LPMAK Ikut Seminar dan Pelatihan . Silahkan membaca berita lainnya.