20 Santri Biak Khataman Quran Metode Qiroati
pada tanggal
Monday, 10 December 2018
Edit
Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul 20 Santri Biak Khataman Quran Metode Qiroati. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang 20 Santri Biak Khataman Quran Metode Qiroati . Silahkan membaca berita lainnya.
![]() |
| 20 santri Biak khataman Quran metode Qiroati.(Foto-Antara) |
SAPA (BIAK) - Taman Pendidikan Al Quran Almukminin Kabupaten Biak Numfor, Papua menggelar kelulusan khataman Quran metode qiroati yang diikuti 20 santri usia dini, Minggu (9/12).
Koordinator cabang Qiroati Biak Ustad Ahmad Riyanto di Biak, Minggu mengatakan metode qiroati membaca Alquran sudah dikembangkan di Kabupaten Biak Numfor sejak Juni 2006.
"Saya harapkan 20 santri qiroati yang sudah tamat mengaji supaya tetap belajar serta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan sehingga dapat menjadi generasi muda yang Islami beriman dan bertakwa kepada Allah SWT," ujarnya.
Ustad Riyanto mengakui mengajari anak supaya bisa membaca dan menulis Alquran merupakan bekal amalan akherat yang sangat bernilai di hadapan Allah yang maha kuasa sehingga upaya pengajara metode qiroati dapat menstransfer ilmu Alquran secara tartil.
Di Kabupaten Biak Numfor, menurut Ustad Riyanto, ada tujuh lembaga TPQ yang sudah mengembangkan metode qiroati dalam mengajarkan Alquran kepada santri dan santriwanti.
"Metode qiroati sangat mudah diajarkan kepada anak karena adanya dukungan tenaga guru yang sudah terlatih secara kelembagaan,"katanya.
20 santri dan santriwati yang mengikuti proesi mengkhatamkan / menuntaskan pembelajaran Al Qur an dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wali santri,ustad dan undangan yang hadir menyaksikan prosesi khataman.
Imam Mujtahid, salah satu wali santri mengakui sangat berterima kasih dengan program belajar Alquran menggunakan metode qiroati yang diajarkan lembaga TPQ Al Mukminin Biak kepada santrisantriwati.
"Alhamdulillah anak-anak santri dapat menjawab dengan lancar dan benar pertanyaan yang diberikan para walisantri dan undangan yang hadir,"ungkap Imam Mujtahid.
Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada para santri=santriwati seperti materi pembelajaran Al Qur an dengan metode qiraati, diantaranya tartil (kelancaran), fashohah (kefasihan), gharib (cara membaca ayat-ayat tertentu dalam Al Qur an yang mempunyai hukum bacaan secara khusus), tajwid (hukum bacaan dalam Al Qur an) serta hafalan doa-doa harian.
Para santri-santriwati yang mendapat pertanyaan dapat menjawab dengan lancar serta menunjukkan pembelajaran gharib. (Ant)
"Saya harapkan 20 santri qiroati yang sudah tamat mengaji supaya tetap belajar serta mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan sehingga dapat menjadi generasi muda yang Islami beriman dan bertakwa kepada Allah SWT," ujarnya.
Ustad Riyanto mengakui mengajari anak supaya bisa membaca dan menulis Alquran merupakan bekal amalan akherat yang sangat bernilai di hadapan Allah yang maha kuasa sehingga upaya pengajara metode qiroati dapat menstransfer ilmu Alquran secara tartil.
Di Kabupaten Biak Numfor, menurut Ustad Riyanto, ada tujuh lembaga TPQ yang sudah mengembangkan metode qiroati dalam mengajarkan Alquran kepada santri dan santriwanti.
"Metode qiroati sangat mudah diajarkan kepada anak karena adanya dukungan tenaga guru yang sudah terlatih secara kelembagaan,"katanya.
20 santri dan santriwati yang mengikuti proesi mengkhatamkan / menuntaskan pembelajaran Al Qur an dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wali santri,ustad dan undangan yang hadir menyaksikan prosesi khataman.
Imam Mujtahid, salah satu wali santri mengakui sangat berterima kasih dengan program belajar Alquran menggunakan metode qiroati yang diajarkan lembaga TPQ Al Mukminin Biak kepada santrisantriwati.
"Alhamdulillah anak-anak santri dapat menjawab dengan lancar dan benar pertanyaan yang diberikan para walisantri dan undangan yang hadir,"ungkap Imam Mujtahid.
Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada para santri=santriwati seperti materi pembelajaran Al Qur an dengan metode qiraati, diantaranya tartil (kelancaran), fashohah (kefasihan), gharib (cara membaca ayat-ayat tertentu dalam Al Qur an yang mempunyai hukum bacaan secara khusus), tajwid (hukum bacaan dalam Al Qur an) serta hafalan doa-doa harian.
Para santri-santriwati yang mendapat pertanyaan dapat menjawab dengan lancar serta menunjukkan pembelajaran gharib. (Ant)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang 20 Santri Biak Khataman Quran Metode Qiroati . Silahkan membaca berita lainnya.
