Ibadah Natal Kerukunan Keluarga Kristen Maluku Utara (K3MU): Kelahiran Yesus Satukan Perbedaan

Foto: Ricky/TIMEX
FOTO BERSAMA-Persekutuan Pria K3MU Kabupaten Mimika foto bersama usai perayaan Natal bersama, Sabtu (8/12).
TIMIKA, TimeX
Kelahiran Yesus sang ‘emanuel’ lain dari yang lain, karena kelahiranya mempersatukan perbedaan.
Makna kelahiran Yesus ini menjadi makna utama dari perayaan Natal bersama Kerukunan Keluarga Kristen Maluku Utara (K3MU) di Kabupaten Mimika.
Perayaan Natal yang digelar di Gereja Pentakosta di Tanah Papua Jemaat Semua Umat (JSU) di Jalan Freeport Lama, Sabtu (8/12) lalu berlangsung khidmat penuh kemuliaan.
Dengan mengusung tema ‘Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita’, perayaannya dihadiri langsung Ketua K3MU Kabupaten Mimika, Hempi Ona, Ketua Umum K2MU Hj. Ahmad, serta pengurus KKMU Kabupaten Mimika, Pendeta F X Wanggai, S.Th dan umat dari gereja setempat.
Perayaan Natal yang dipimpin Pendeta F.X Wanggai, S.Th dimeriahkan dengan kidung pujian dan nyanyian semarak Natal.
Dalam khotbahnya, Pdt. F.X Wanggai mengatakan, kelahiran Yesus Kristus tidak sama seperti kelahiran anak-anak lain umumnya, dimana orang tuanya sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menantikan kelahiran anaknya.
Tetapi Yesus yang dilahirkan di kandang ternak, menggemparkan dunia dan menjadi peristiwa iman karena kelahirannya bertujuan menebus doa umat manusia untuk peroleh hidup kekal.
Selain itu, kelahiran-Nya ke dunia untuk mempersatukan umat Tuhan dari segala perbedaan yang sejalan dengan sub tema Natal K3MU yaitu ‘Mempererat Kerukunan dan Persaudaraan Menjadi Berkat di Tanah Papua, Khususnya di Timika untuk Kemuliaan Nama Tuhan’.
“Kelahiran Yesus melalui momen perayaan ini untuk mempersatukan kita semua dari berbagai latar belakang dan status kita,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua K3MU Kabupaten Mimika, Hempi Ona menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan keluarga besar K3MU atas kehadiran dan terlaksananya acara Natal bersama.
“Kita semua hadir disini pastinya punya pandangan yang sama untuk membangun persekutuan, dan ini sangat penting karena kita hidup di tanah rantau saling membutuhkan satu sama lain,” serunya.
Untuk itu, Hempi menekankan kepada warga asal K3MU yang sudah tiga tahun berturut-turut dan pada perayaan Natal belum bisa bergabung, harap ke depan mengaktifkan diri dalam organisasi ini.
“dari 67 KK dan lebih dari 244 jiwa warga K3MU, masih banyak yang belum mengambil bagian dalam ibadah reguler yang dilakukan. Ini jadi tanggung jawab kami rangkul, sehingga yang merasa warga K3MU bisa bergabung, jangan seperti kapal selam, timbul tenggelam,” tegasnya menambahkan warga K3MU dari berbagai latar belakang agama harus satu.
Selanjutnya, Ketua Panitia Natal K3MU, Welyam Kawang dalam laporannya, terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik warga K3MU maupun donatur yang sudah berpartisipasi, dan membantu sehingga acara Natal K3MU bisa terlaksana.
Untuk acara Natal kali ini, panitia hanya bisa memberikan bingkisan Natal bagi anak-anak sekolah minggu, namun harapan besarnya pada acara yang sama di tahun depan, akan difokuskan pemberian bingkisan Natal bagi ibu-ibu janda dan anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu dalam wadah K3MU. (a32)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Ibadah Natal Kerukunan Keluarga Kristen Maluku Utara (K3MU): Kelahiran Yesus Satukan Perbedaan . Silahkan membaca berita lainnya.