-->

KPA Mimika Temukan 282 Kasus Baru HIV-AIDS

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul KPA Mimika Temukan 282 Kasus Baru HIV-AIDS. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Foto : Shanty/TimeX

FOTO BERSAMA-Peserta kegiatan validasi data HIV-AIDS foto bersama usai acara pembukaan di Hotel Serayu, Rabu (12/12).

 

 

>>Sejak 1996-Sekarang Sudah Terdata 5.653 Kasus

TIMIKA,TimeX

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Mimika menemukan 282 kasus baru HIV-AIDSdalam periode Januari-September 2018.

Temuan kasus baru  HIV-AIDS ini berdasarkan validasi data oleh KPA Mimika di 13 pusat layanan kesehataan yaitu Puskesmas dan rumah sakit dalam Kota Timika.

Dari laporan Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) hasil validasi tahun 2018 dinyatakan dari 41.118 orang yang melakukan tes pemeriksaan HIV-AIDS, berhasil ditemukan sebanyak 282 kasus HIV-AIDS sejak Januari hingga September tahun ini.

Adapun temuan 282 kasus baru meliputi 105 kasus HIV dan 177 kasus AIDS.

Dengan temuan kasus baru, maka kasus HIV-AIDS secara kumulatif yang terdata dari tahun 1996 hingga September 2018 sudah mencapai 5.653 kasus.

Dari target pemeriksaan yang dilakukan terhadap 41.118 orang dinyatakan mencapai 100 persen dari temuan 282  kasus baru HIV-AIDS.

Tidak hanya itu, dari jumlah orang terperiksa juga ditemukan sebanyak 206 kasus sipilis atau raja singa dan kencing nanah atau (gonore) tercatat 88 kasus.

Oleh sebab itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika melaksanakan validasi data di 13 pusat layanan kesehatan terdiri dari puskesmas dan rumah sakit dalam kota.

Sehingga untuk mengantisipasi laju epidemi kasus HIV-AIDS di Mimika, KPA setempat melaksanakan kegiatan validasi data di Hotel Serayu, Rabu (12/12).

Kegiatan tersebut secara resmi oleh Siska Kilangin selaku Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) (PMK) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika.

Siska Kilangin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan validasi data kasus HIV-AIDS ini dimaksudkan untuk melihat prevalensi epidemi perkembangan kasusnya dengan melihat, mencermati, menghitung, menilai dan merencanakan tindaklanjut langkah penanganannya.

“Ini maksudnya sebelum masuk tahun 2019 kita laporkan semua data kasus sepanjang 2018 untuk dicermati langkah penanganannya ke depan. Tapi yang saya lihat ini lebih banyak perempuannya dari pada laki-laki. Tidak apa-apa karena memang perempuan dalam bekerja sangat teliti sehingga perempuan lebih maju menjadi penanggungjawab program,” ujarnya.

Dari laporan validasi data kasus HIV-AIDS, kata Siska yang paling penting adalah pihak puskesmas dan rumah sakit harus memiliki data yang valid dan benar-benar tercatat dan tidak ada perbedaan data.

Sebab, sambung Siska kalau datanya beda atau tidak sesuai, maka bisa dianggap pusat pelayanan kesehatan tersebut tidak bekerja.

Kata Siska, epidemi kasus HIV-AIDS di Mimika khususnya butuh penanganan bersama lebih serius dengan melibatkan semua komponen masyarakat.

Ia menyebut penanggulangan HIV-AIDS di Papua bukan hanya tugasnya orang kesehatan atau Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) serta aktivis peduli HIV-AIDS.

“Harus melibatkan semua masyarakat sebab problem ini sifatnya multi sektor,” tegas Siska.

Adapun kendala yang dihadapi dalam penanganan masalah HIV-AIDS di Papua umumya, yaitu tidak semua Orang Dengan HIV-AIDS atau ODHA bisa mengakses layanan obat Anti Retroviral (ARV). Obat itu merupakan obat untuk menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuh seseorang, sehingga terhadap ODHA harus diawasi baik waktu untuk mengkonsumsinya.

“Tentu ini butuh komitmen dari petugas medis baik ditingkat Puskesmas maupun rumah sakit atau kelompok dukungan sebaya, sehingga obat ARV dikonsumsi secara teratur oleh ODHA,
“ tandasnya.

Sementara, Yoan Tauran, Penanggung Jawab HIV-AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) KPA Mimika menambahkan, tujuan kegiatan validasi data ini untuk sinkronisasi agar tidak terjadi pendobelan sekaligus mendapat data triwulan ke-4 tahun 2018.

“Validasi data ini kami lakukan setiap triwulan dan harus tuntas dilaporkan selama 1 tahun program,” ujarnya.

Lebih lanjut katanya, setiap triwulan, pihaknya bersama 13 pusat layanan kesehatan melakukan validasi data.

Melalui proses validasi data kita bisa bedakan kasus Infeksi Menular Seksual, dan HIV AIDS.

“Untuk Januari sampai September 2018 kami temukan 282 kasus HIV-AIDS, terdiri dari 105 kasus HIV dan AIDS sebanyak 177 kasus,” imbuhnya. (san)


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang KPA Mimika Temukan 282 Kasus Baru HIV-AIDS . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel