-->

Media Provokatif Mencari Makan di NKRI

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Media Provokatif Mencari Makan di NKRI. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
Di Papua, banyak media provokatif yang mengangkat isu kemerdekaan Papua dan informasi yang tidak sesuai dengan fakta, diantara sekian banyak media 4 diantaranya yang selalu mengkritik NKRI.

Media ini tidak pernah memberitakan tentang kemajuan Papua ataupun kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia di Papua, hampir semua isi beritanya adalah provokasi dan mengajak kebencian terhadap pemerintah Indonesia.

Yang selalu diangkat adalah tentang pelanggaran HAM dengan melampirkan foto-foto kecelakaan dibuat seolah-olah itu adalah pembunuhan yang dilakukan oleh TNI dan Polri.

Dari sekian banyak media diantaranya adalah tabloidjubi.com, suarapapua.com, majalahwekonews.com, tabloid-wani.com, keempat media ini tidak ikut memberitakan tentang penegakan hukum yang dilakukan TNI-POLRI terhadap KKSB atau TPN-OPM, Penanganan Evakuasi terhadap korban pembantaian di Nduga.

Disaat media lokal dan nasional memberitakan tentang penanganan terhadap pembantaian para pekerja di Nduga media ini malah asyik memberitakan tentang Rasisme ala Jokowi, Benny Wenda tentang pembunuhan di Nduga adalah propaganda Indonesia, hentikan kekerasan dan kriminalisasi perjuangan Papua merdeka, hampir semua berita isinya tentang mendukung Papua Merdeka.

Media-media ini saling berkolaborasi untuk mengangkat isu Papua Merdeka, tabloidjubi.com sebagai bapak atau orang tua dari media-media tersebut, dan media ini masih mencari makan di NKRI.

tabloidjubi berkolaborasi dengan tirto.id untuk menjatuhkan media-media yang disebut siluman, diera sekarang siapapun bisa memiliki media, jadi wartawan, dan jadi redaktur.

Media-media provokasi ini sudah ditinggalkan publik karena isinya tidak sesuai fakta dan memprovokasi masyarakat agar benci kepada NKRI, bukan sebagai media edukasi.

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Media Provokatif Mencari Makan di NKRI . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel