Banjir Longsor, Pipa PDAM Jayapura Rusak, Ini Akibatnya!
Jayapura, PAPUANEWS.ID – Belasan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura rusak mengakibatkan distribusi air mengalami gangguan dan kualitas air menjadi keruh. Kerusakan tersebut disebabkan oleh Banjir dan longsor yang menerjang Kota Jayapura dan sekitarnya beberapa waktu lalu.
Misalnya saja pipa distribusi berukuran 6 inci di belakang Kantor Wali Kota Jayapura dan pipa berukuran 450 inci di Kojabu Perumnas III Waena. Bukan hanya itu saja, banyaknya material longsor, seperti lumpur, batu hingga batang pohon yang ikut arus air, menyebabkan air PDAM keruh.
Direktur Utama PDAM Jayapura , Entis Sutisna, menuturkan data dari BMKG setempat yang menyebutkan curah hujan mulai dari sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga Maret 2019 dan harus tetap diwaspadai. Ia juga meminta para petugasnya untuk terus waspada mengantisipasi kerusakan pipa PDAM hingga berdampak pada pasokan distribusi air kepada pelanggan.
“Pipa utama kita di Kojabu patah. Pipa ini melayani pemukiman penduduk mulai dari Kotaraja, sebagian Entrop, Hamadi, Polimak. Ada juga pipa PDAM patah di Pasir Dua,” kata Entis, Selasa (8/1), di Jayapura.
Untuk perbaikan pipa ini, PDAM mengklaim butuh waktu yang lama, apalagi kondisi lokasi kerja yang cukup berbahaya dan jauh dari kota.
“Petugas harus berjalan 2 kilometer untuk ke intake air, sementara intake air ini terpisah-pisah. Untuk itu, kami akan melakukan perbaikan bertahap,” jelasnya.
Akibat longsor dan banjir yang terjadi, ada lebih dari 29 ribu pelanggan yang terkena dampak air PDAM keruh.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Banjir Longsor, Pipa PDAM Jayapura Rusak, Ini Akibatnya! . Silahkan membaca berita lainnya.