-->

Gubernur Papua Mengutuk Keras Rangkaian Aksi Gangguan Keamanan

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Gubernur Papua Mengutuk Keras Rangkaian Aksi Gangguan Keamanan. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Jayapura, PAPUANEWS.ID – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan perlunya evaluasi peristiwa pada tahun 2018 dimana salah satunya adalah keberadaan saudara (TPN-OPM) yang masih memiliki keinginan untuk lepas dari pangkuan ibu pertiwi.

“Dalam kesempatan ini, saya sebagai Gubernur Papua, sebagai wakil pemerintah pusat, ingin menegaskan kembali bahwa Papua secara sah dan final adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelas Lukas.

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh pihaknya pada tahun 2018, total 43 kasus terjadi gangguan keamanan yang dilakukan KKSB. Wilayah Tembagapura Kabupaten Mimika 17 kasus, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak empat kasus, Lanny Jaya empat kasus, Paniai satu kasus, dan Nduga tujuh kasus.

“Untuk itu saya mengutuk keras rangkaian aksi gangguan keamanan itu, termasuk penyerangan para pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, yang menyebabkan 21 orang tewas. Tindakan itu merupakan tindakan biadab dan pelanggaran HAM, tak menunjukkan sifat kemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai budaya Papua maupun agama yang kita yakini,” tegasnya.


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Gubernur Papua Mengutuk Keras Rangkaian Aksi Gangguan Keamanan . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel