18 Orang PSP Positif HIV-AIDS
Foto: Indri/TimeX
SEPI – Suasana tampak sepi di Lokalisasi Kilometer 10 pada Jumat (8/2).
Foto: Indri/TimeX
Beni Tulenan
TIMIKA,TimeX
Sesuai data Forum Pemuda Peduli Aids Kabupaten Mimika tahun 2018 lalu tercatat dari 400 lebih orang yang menjalani voluntary counselling and testing (VCT) serta pendapingan terdapat 18 orang Pekerja Seks Perempuan (PSP) terdeteksi positif mengidap HIV-AIDS. Rata-rata pengidap virus mematikan ini berprofesi sebagai pekerja seks langsung dan tidak langsung.
Demikian diutarakan oleh Beni Tulenan selaku Koordinator Penangungjawab Program Forum Pemuda Peduli Aids Kabupaten Mimika saat ditemui Timika eXpress di kantornya di Kilometer 7, Jumat (8/2).
Beni juga mengungkapkan jumlah 18 orang itu memang belum pasti sama dengan data dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA). Bisa saja lebih dari itu atau kurang dari itu, karena pada saat pendampingan dalam pemeriksaan HIV-AIDS, petugas kesehatan merahasiakan jumlahnya.
“Atau bisa saja mereka memberitahu kepada kami tetapi bukan menyeluruh. Namun selama 2018 kemarin ketika pedampingan yang kami lakukan bagi 400 lebih, data yang kami peroleh sekitar 18 yang positif,” jelasnya.
Kegiatan pedampingan ini lanjutnya sudah berjalan sejak 2016 lalu hingga saat ini. Selain pendampingan Beni mengaku Forum Pemuda Peduli Aids juga memberikan edukasi berupa sosialisasi kepada Pekerja Seks Perempuan (PSP) yang rentan terhadap HIV-AIDS.
“Kami yang menjangkau pada populasi kunci yakni pekerja seks langsung dan tidak langsung, seperti di cafe, panti pijat, bar-bar juga tempat lokalisasi,” katanya.
Materi dalam sosialisasi dan bimbingan mereka katanya lebih pada seputar mendorong agar rutin menjalani pemeriksaan HIV-AIDS. Kendati walaupun sedikit di antara mereka yang menolak tetapi setelah pihaknya memberikan pemahaman akhirnya mereka mau diperiksa.
Ia menjelaskan Forum Pemuda Peduli Aids ini dalam pelayanan selalu secara mobile. Awalnya hanya PSP saja yang didampingi untuk pemeriksaan, namun sekarang menjangkau juga bagi Lelaki Berisiko Tinggi (LBT). Artinya pria yang dianggap rawan terjangkit HIV-AIDS.
Namun karena tahun ini tidak ada anggaran dari pusat maka program ini pihaknya tidak jalankan.
“2018 kemarin memang tidak hanya PSP saja, tetapi para pelanggan dari PSP kita memberikan dampingan kepada mereka untuk melakukam pemeriksaan,” katanya.
Sementara jadwal pemeriksaan bagi HIV-Aids setiap tiga bulan sekali dan pemeriksaan Penyakit Menular Seksual (PMS) sebulan sekali. (a30)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang 18 Orang PSP Positif HIV-AIDS . Silahkan membaca berita lainnya.