Jemaat GKI Klasis Mimika Gelar Karnaval
Maknai HUT Pekabaran Injil Papua ke-164
foto: Ricki/Timex
Ferdinand Kumayas
foto: Ricki/TimeX
Ignasius Robert Adii
lTIMIKA,TimeX
Memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-164 jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Ebenhaezer di Tanah Papua bakal menggelar karnaval yang diikuti berbagai denominasi gereja di Kabupaten Mimika, Senin (4/2).
Sekretaris Komisi Pekabaran Injil GKI di Tanah Papua Klasis Mimika Ferdinand Kumayas mengatakan tujuan dilakukan karnaval untuk mengenang kembali sejarah besar tentang Pekabaran Injil masuk ke Tanah Papua yang dibawa masuk oleh dua misionaris adalah Jerman yakni Ottow dan Geisler di Pulau Mansinam pada tahun 1855.
“Kegiatan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat Papua agar menghargai, menghormati kepada mereka yang telah membawa Injil masuk ke tanah Papua yaitu Ottow dan Geisler pada tanggal 5 Februari 1855,” kata Ferdinand Kumayas ketika ditemui Timika eXpress di Jalan C Heatubun, Minggu (3/2).
Ia menjelaskan sebanyak 30 jemaat yang berada di lingkungan Klasis GKI Mimika yang mengikuti karnaval tersebut akan mengenakan budaya adat Papua. Rute yang dilalui mulai kantor Klasis GKI Mimika di Jalan Ahmad Yani, Trikora, Yos Sudarso, Belibis dan finish di halaman Graha Eme Neme Yaware dan puncaknya doa bersama.
“Yang akan menghadiri karnaval itu terdiri dari 30 jemaat, utusan dua pos pelayanan dan dua jemaat dilingkup GKI. Jadi diperkirakan tiga ribu lebih orang yang bisa mengambil bagian,” katanya.
Ia menjelaskan umat Kristiani yang ada di Papua harus bisa memaknai sejarah besar yang telah diwariskan Ottow dan Geisler, dengan melaksanakan tri panggilan gereja (Koinonia, Marturia dan Diakonia atau bersekutu, bersaksi dan melayani) agar melihat setiap persoalan yang ada dan mencari apa solusinya yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat.
“Jadi di dalam peran orang Kristen sangat diharapkan untuk memaknai apa yang sudah di jalani oleh Ottow dan Geisler dengan melihat apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan daripada masyarakat, dengan melaksanakan tri panggilan gereja,” jelasnya.
Apabila dikaitkan dengan tahun politik saat ini yang sering terjadi perbedaan dan perseteruan antara sesama ia berharap biarlah perbedanan pandangan politik itu menjadi suatu kekayaan, kekuatan bagi umat Tuhan setelah menerima Injil.
“Di tahun ini merupakan tahun politik yang mana ada perbedaan-perbebaan dan perseteruan di antara kita, tapi biarlah perbedaan itu memberikan kebersamaan kepada kita untuk menjadikan Kekuatan bagi kita dalam menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah menerima Injil itu,” jelasnya.
Lima Februari Hari Sejarah Papua
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika Ignasius Robert Adii menyatakan tanggal 5 Februari setiap tahunnya merupakan haris bersejarah bagi rakyat dan khususnya umat kristiani di tanah Papua.
Momentum tersebut merupakan cikal bakal dan latar belakang sejarah masuknya agama Kristen di Papua yang dibawa oleh dua misionaris asal Jerman, yaitu Otto dan Geisler pada tahun 1855.
Kini peringatan injil masuk tanah Papua sudah ke 164 tahun.
“Dalam rangka peringatannya tahun ini, FKUB sudah adakan rapat tanggal 30 Januari lalu dengan kesepakatan melaksanakan karnaval Injil masuk tanah Papua tanggal 4 Februari besok (hari ini),” kata Ignasius ketika dihubungi Timika eXpress melalui sambungan telpon, Jumat (1/2).
Pada kegiatan karnaval hari ini, Ketua FKUB dua periode ini menjelaskan, pihaknya akan menyatakan sikap dihadapan seluruh umat di Mimika bahwa kehadiran agama Kristen di Papua menjadi awal masuknya aliran kepercayaan lain di tanah Papua.
Oleh sebab itu, tanggal lima merupakan sejarah baru bagi semua umat yang ada di Papua untuk mengenal agama.
“Pada saat itu kami akan menyampaikan sikap tanggal 5 Februari itu tidak hanya untuk orang Kisten adalah agama pertama masuk di Papua, sehingga semua agama mengakui bahwa dengan tanggal 5 Februari itu dibuka dan terbuka untuk semua agama boleh ada di tanah Papua,” jelasnya.
Umat yang ada di daerah ini lanjutnya terlepas dari umat Kristen harus memperingati hari tersebut sebagai cikal bakal masuknya agama lain di Papua.
“Harus diterima oleh semua umat bahwa itu merupakan hari bersejarah bagi umat di Papua, baik Kristen, Katholik, Islam, Hindu dan Budha, dan setelah itu semua agama boleh bebas masuk setelah tanggal 5 Februari itu,” terangnya.
Memaknai hari bersejarah ini Adii mengungkapkan anggota FKUB terdiri dari agama Kristen Protestan dan Katholik akan tersebar mengikuti ibadah di gereja-gereja sesuai agamanya.
Ia menambahkan untuk perayaan tahun baru Imlek pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus umat Hindu dalam melaksanakan kunjungan. “Untuk Imlek itu tahun baru Cina dan mereka punya tradisi untuk open house, kami akan koordinasi untuk pegang tangan kalau diijinkan,” pungkasnya. (a32)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Jemaat GKI Klasis Mimika Gelar Karnaval . Silahkan membaca berita lainnya.