Prabowo Punya Strategi Tangani Masalah Papua
Metro Merauke – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Jenderal TNI (purn) Djoko Santoso mengatakan, jika terpilih menjadi Presiden Indonesia dalam Pemilu, 17 April 2019 mendatang, tentu Prabowo Subianto sudah punya strategi bagaimana menangani masalah Papua.
Selama ini presiden ganti presiden, masalah Papua tak pernah mendapat penanganan tepat. Bahkan isu Papua di forum-forum internasional dan dukungan negara lain untuk provinsi di Timur Indonesia tersebut, tidak terbendung lagi.
“Ya ada. Tapi strategi yang tahu adalah Pak Prabowo. Namun pertama strategi dasar itu menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Bisa, ngak adil. Bisa ngak memberi kemakmuran,” kata Djoko Santoso usai menghadiri pembekalan Caleg Gerindra di Papua, di Posko Pemenangan DPD Gerindra Papua, Selasa (19/02).
Menurutnya, dasar dari semua itu adalah berlaku adil karena cita-cita Bangsa Indonesia dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yakni merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Menurutnya, sebagai Ketua BPN Prabowo-Sandi, ia telah bertemu dengan berbagai Duta Besar (Dubes) negara-negara Eropa. Dan ia meminta jika Prabowo terpilih menjadi presiden, negara-negara Eropa mengirim perwakilannya sebagai observer ke Papua.
“Saya minta kalau Prabowo menang mereka kirimkan observer ke Papua. Kan lebih bagus kalau orang luar sendiri yang menilai Papua seperti apa. Nanti masyarakat Papua bagaimana, orang luar bagaimana,” ujarnya.
Mengenai apakah Prabowo akan berani mengambil langkah membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) untuk Papua katanya, peluang itu sangat terbuka.
“Insya Allah, Prabowo setuju karena dasarnya dia ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Beliau akan memperlakukan rakyat Papua dengan adil dan benar,” ucapnya.
Sementara Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni mengatakan, pihaknya telah menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat Papua dari lima wilayah adat kepada Ketua BPN Prabowo-Sandi.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat itu di antaranya pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), sesuai amanat pasal 45 dan 46 UU Otsus Papua, jika Prabowo terpilih menjadi presiden.
“Itu merupakan kewenangan presiden. Jika Prabowo menjadi presiden, akan wujudkan pembentukan KKR dalam bingkai NKRI agar semua bisa transparan,” kata Yanni.
Aspirasi lain menurutnya, minta dana Otsus Papua yang selama ini satu persen dari APBN dinaikkan, dan pemberian dana Otsus untuk Papua diperpanjang.
“Kami juga meminta agar orang asli Papua yang menjabat menteri bisa lebih dari satu. Begitu juga posisi dirjen di semua kementerian mesti ada orang asli Papua,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Prabowo Punya Strategi Tangani Masalah Papua . Silahkan membaca berita lainnya.