-->

Disarankan Perketat Pengawasan Makanan Bagi Pengungsi Banjir

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Disarankan Perketat Pengawasan Makanan Bagi Pengungsi Banjir. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
Posko induk Jayapura.(Foto-Lintas Papua)

SAPA (JAYAPURA) - Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, diminta memperketat pengawasan pemberian makanan siap saji dan bahan makanan yang belum matang dari berbagai kelompok masyarakat, institusi dan perusahaan kepada masyarakat pengungsi korban bencana banjir bandang.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan lokasi bencana alam banjir bandang Sentani, Ibu kota Kabupaten Jayapura, sejak Minggu (17/3), warga, komunitas dan berbagai institusi pemerintah dan swasta berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat pengungsian masyarakat korban banjir untuk memberikan bantuan bahan makanan dan minuman siap saji serta bahan makanan siap olah.

Namun belum ada petugas kesehatan gizi yang ikut memantau dan mengawasi pendistribusian makanan tersebut.

Salah seorang warga, Iwan Hendry mengatakan, sebaiknya pemerintah segera menerjunkan petugas pengawasan obat dan makanan serta para ahli gizi untuk menempati Posko Bencana alam yang tersebar di berbagai titik pengungsian guna melakukan pengawasan ketat atas makanan dan minuman yang disalurkan melalui Posko Bencana Alam.

"Pemerintah harus segera menerjunkan petugas pengawasan obat dan makanan serta para ahli gizi untuk melakukan pemeriksaan ketat atas sumbangan makanan dan minuman siap saji agar masyarakat yang mengonsumsi mekanan sumbangan tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan," katanya.

Dia mengakui, pihaknya sudah melihat beberapa lembaga atau perusahaan yang mengirimkan bahan makanan dan minuman yang bisa diduga kadaluarsa dan sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

Hal ini harus segera diawasi agar tidak bermunculan kasus-kasus baru yang merugikan masyarakat pengungsi serta mencoreng nama baik pemerintah setempat.

Menurut dia, ada indikasi kuat, beberapa perusahaan mengirimkan bahan makanan dan minuman seperti susu yang jenis susu itu telah menjadi polemik dalam masyarakat lantaran dapat berdampak diare bagi anak-anak dan bayi yang mengonsumsinya, kecuali susu tersebut diberikan atas saran petugas kesehatan yang bertugas di Posko bencana alam tersebut.

"Sebagai contoh, susu formula kental di kaleng itu sebaiknya sebelum dikonsumsi oleh bayi dikonsultasikan dulu kepada petugas kesehatan, kecuali dalam bentuk bubuk. Susu cair tersebut mengandung banyak gula yang banyak digunakan untuk pembuatan puding, kue dan sebagainya, bukan untuk diberikan kepada bayi," katanya.

Selain itu, pendistribusian bahan makanan siap olah seperti berbagai jenis makanan dan minuman instant tersebut dapat saja kondisinya sudah kadaluarsa.

Ketika para penyumbang terburu-buru membeli bahan makanan tersebut di pasar dan toko yang menjual bahan makanan, para penjual karena menerima banyak pesanan, dengan sengaja atau tanpa sengaja mengeluarkan bahan makanan yang kadaluarsa yang tidak boleh dikonsumsi lagi.

"Terdapat beberapa institusi pemerintah dan swasta di Kota Jayapura yang terburu-buru memesan bahan makanan untuk disumbangkan kepada para pengungsi di Kabupaten Jayapura ternyata, bisa saja bahan makanan tersebut sudah kadaluarsa atau tidak disarankan oleh Kementerian Kesehatan untuk dikonsumsi lagi," katanya.

Untuk itu, pengawasan ketat berbagai jenis makanan siap saji dan siap olah oleh Pemerintah di lokasi pengungsian merupakan tindakan yang harus segera dilakukan sebelum terjadi kasus baru yang merugikan banyak pihak.

Secara terpisah, Suryani warga Doyo Baru, Kabupaten Jayapura mengaku sulit untuk mendapatkan akses makanan di posko induk yang berada di kompleks perkantoran bupati Jayapura, padahal ia bersama ratusan warga lainnya sangat membutuhkan makanan.

"Kami hanya makan sehari sekali, itupun harus menunggu. Memang saya paham bahwa ini kondisi cukup memprihatinkan, tetapi ada biaknya pemerintah dan pihak terkait bisa lebih cepat tanggap dengan kami yang terdampak korban banjir bandang," katanya dengan nada mengeluh.

Ia mengaku sependapat dengan Iwan, bahwa sejumlah makanan siap saji dan bantuan minuman instan lainnya perlu diawasi dengan ketat, sehingga tidak jadi permasalah baru, misalanya diare dan lainnya. (Antara)

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Disarankan Perketat Pengawasan Makanan Bagi Pengungsi Banjir . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel