-->

Musrenbang Distrik Iwaka Hasilkan 250 Kegiatan

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Musrenbang Distrik Iwaka Hasilkan 250 Kegiatan. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

TIMIKA,TimeX

Pemerintah Distrik Iwaka telah menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik. Musrenbang ini berlangsung di Aula Bobaigo Keuskupan Timika dibuka oleh I Nyoman Putu Arka Asisten III Setda Mimika ditandai pemukulan tifa pada Rabu (6/3). Pada musrenbang yang dihadiri oleh tujuh kepala kampung tokoh masyarakat serta udangan menghasilkan 250 kegiatan.

Foto: Indri/TimeX
MENYERAHKAN – Wens Mitoro Kadistrik Iwaka menyerahkan hasil Musrenbang kepada tim asistensi Bappeda, Rabu (6/3).

Dari 250 kegiatan terdiri dari 58 usulan program dari Kampung Iwaka, 21 program dari Kampung Limau Asri Barat, 28 program dari Kampung Limau Asri Timur, 23 usulan program dari Kampung Pigapu, 43 usulan program dari Kampung Mulia Kencana, 24 program usulan dari Kampung Wangirja dan 32 usulan program dari Kampung Naena Muktipura SP 6.

Patut diketahui dari 250 kegiatan yang dihasilkan itu terbagi dalam bidang Fispra, sosial budaya (Sosbud) dan ekonomi.

Untuk Kampung Iwaka dari sisi bidang  ekonomi terdapat 13 program, fispra ada 11 program dan Sosbud terdapat 19 program dengan total 58 program.

Kampung Wangirja dari sisi ekonomi ada enam program, fispra ada 11 program dan Sosbud mengusulkan tujuh program dengan total 24 program. Kampung Naena Muktipura dari bidang ekonomi ada sembilan program, fispra ada 13 program dan Sosbud ada 10 program, totalnya 32 program.

Berikutnya Kampung Limau Asri Barat  dari bidang ekonomi ada 6 program, Sosbud ada 8 program dan fispra ada tujuh program, totalnya 221 program, Kampung Limau Asri Timur dari bidang ekonomi ada tiga program, Sosbud ada 10 program dan fispra ada 25 program, totalnya 38 program. Sedangkan Kampung Pigapu dari bidang ekonomi ada tiga program, Sosbud ada 10 program dan fispra ada 10 program, totalnya 23 program.

I Nyoman dalam sambutan mengatakan salah satu aspek penting dalam menjalankan pemerintahan yang  baik  adalah dibukanya peluang bagi masyarakat ikut turut serta pengambilan keputusan dalam pembangunan  termasuk pada aspek perencanaan.

Ia mengatakan ruang yang disiapkan dalam keikutsertaan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan melalui Musrenbang yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari desa sampai tingkat nasional.

Musrenbang katanya bagian dari forum perencanaan program yang diselenggarakan oleh lembaga publik, dalam hal ini adalah pemerintah daerah yaitu  pemerintah distrik bekerjasama dengan warga dan para pemangku kepentingan lainnya.

Pembangunan katanya tidak akan bergerak maju apabila salah satu tiga komponen tata pemerintahan yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat tidak berperan aktif.

Peran masyarakat menurutnya sangat penting karena dalam perencanaan pembangunan masyarakatlah yang mengetahui permasalah yang dihadapi sehingga keikut sertaan peran aktif masyarakat dapat mengakomodasi kepentingan dalam proses penyususnan perencanaan pembangunan.

Sementara Wens Mitoro Kadistrik Iwaka mengatakan Musrenbang adalah tolok ukur kemajuan pembangunan di kampung-kampung bukan hanya di Distrik Iwaka.

Dengan demikian ia menyarankan kepada peserta selaku perwakilan masyarakat yang hadir harus lebih jeli dalam melihat permasalahan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Bapak ibu harus melihat kebutuhan yang ada di kampung baik di bindang infrastruktur, sosial budaya dan ekonomi,” pesannya.

Ia juga mengungkapkan kadang kala ada keluhan dari masyarakat bahwa sering ada usulan yang dibawa dalam musrenbang namun hingga saat ini belum diakomodir.

“Saya melihat ini memang benar. Jujur saja saya prihatin dengan situasi yang ada di kampong. Kegiatan musrenbang ini masyarakat berharap apa yang diusulkan bisa diakomodir karena itu kebutuhan mereka, tetapi tahun berganti tahun tetap sama saja, masyarakat kita tetap masih susah infrastrukturnya masih jauh. Contohnya saja Kampung Iwaka tidak diperhatikan,” paparnya.

Ia mengatakan sejauh ini dana kampung itu tidak bisa diharapkan jika digunakan untuk pembangunan karena terlalu kecil.

“Kadang program tidak dijawab dan tidak diakomodir dalam APBD. Saya mohon kita sama-sama bisa perjuangkan kebutuhan masyaraka,” harapnya.

Sementara Victor Kasamol selaku ketua panitia Musrenbang dalam laporannya  bahwa musrenbang kampung telah dilaksanakan dengan hasilnya berupa dokumen rencana pembangunan distrik serta masukan unutk  rencana SKPD distrik.

Tujuannya untuk membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan kelurahan dan     kampung yangn menjadi kegiatan prioritas pembangunan  kelurahan/kampung. Selain itu menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas di wilayah distrik berdasarkan fungsi SKPD Kabuapten Mimika. Hasil daripada musrenbang ini selanjutnya diserahkan oleh Kadistrik Iwaka kepada tim asistensi Bappeda. (a30)


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Musrenbang Distrik Iwaka Hasilkan 250 Kegiatan . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel