Pemuda Adat Papua Tolak Tommy Soeharto Politisasi Adat
Metro Merauke – Pemuda Adat Papua menolak kehadiran Tommy Soeharto di provinsi paling Timur Indonesia itu lantaran putra bungsu mantan Presiden ke-II RI, Soeharto tersebut dianggap berupaya mempolitisasi struktur organisasi adat di Papua.
Sekretaris Umum Pemuda Adat Papua, Yan Chistian Arebo mengatakan dalam beberapa hari ke depan Ketua Umum Partai Berkarya tersebut akan melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten di Papua di antaranya Merauke dan Jayawijaya.
Menurutnya, di dua kabupaten itu, Tommy yang merupakan calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua akan meresmikan kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA).
“Kalau Tommy datang ke Papua dalam rangka kegiatan politik, itu (peresmian kantor LMA) tidak ada korelasinya. Kami minta Tommy jangan membawa adat untuk kepentigan politik atau parpol,” kata Christian Arebo dalam keterangan persnya di Kota Jayapura, Selasa (05/03).
Pemuda Adat Papua khawatir cara-cara seperti itu akan menimbulkan perpecahan di masyarakat adat Papua. Jika Tommy memberikan bantuan kepada masyarakat Papua pihaknya berterimakasih. Namun jangan membungkusnya untuk kepentingan politik.
“Kalau datang sebagai ketua parpol, Tommy harusnya meresmikan kantor parpol bukan kantor LMA,” ucapnya.
Kalaupun Tommy ingin meresmikan kantor LMA di beberapa kabupaten dengan status ketua parpol kata Arebo, mestinya harus meminta izin kepada pihak terkait di antaranya pemerintah provinsi dan kabupaten karena LMA merupakan mitra pemerintah di daerah.
“Jangan karena punya uang, Tommy mau bikin sesuka hati di Papua,” ujarnya.
Koordinator Pemuda Adat Wilayah Adat Lapago, Izak Wetipo mengatakan mestinya Tommy menyadari, menggiring adat ke ranah politik akan memecah masyarakat adat di Papua.
Pendiri organisasi Pemuda Adat Papua Natan Ansanay mengatakan hal yang sama. Menurutnya, bicara nilai adat tidak terlepas dari tatanan hidup di masyarakat.
Di Papua, nilai adat selalu dijaga dan dijunjung tinggi, sehingga apa yang dilakukan Tommy tidak dapat dibenarkan.
“Di Papua ada lembaga adat. Tommy mestinya tahu tidak dibenarkan membawa adat ke ranah politik. Jangan sampai ada salah pemahaman dari para pemangku adat,” kata Natan Ansanay.
Penolakan Pemuda Adat Papua katanya, semata-mata untuk menjaga agar adat tetap dalam koridor yang benar dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. (Arjuna/Redaksi)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Pemuda Adat Papua Tolak Tommy Soeharto Politisasi Adat . Silahkan membaca berita lainnya.