-->

Songsong HUT ke-111 GPI di Merauke, Begini Sejarah Singkatnya

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Songsong HUT ke-111 GPI di Merauke, Begini Sejarah Singkatnya. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Metro Merauke – Tepat 30 Maret 1908 silam, dijadikan titik tolak masuknya injil di Merauke, Papua yang ditandai dengan dilaksanakan babtisan kudus pertama di tanah Marind oleh pendeta.

Seperti dikemukakan Pendeta GPI Papua, Pdt Max Felubun, pada masa itu, Indische Kerk di Jakarta mengutus Pendeta Belanda dari Banda untuk laksanakan pelayanan babtisan kudus sebanyak 24 orang di tanah Marind. Kesemuannya merupakan warga pendatang sebagai pemburu burung kuning dan pedagang.

Dikatakannya, pembangunan daerah berbagai sektor tidak lepas dengan keterlibatan dan kontribusi pihak gereja.

Dari catatan sejarah, lanjutnya, jauh sebelumnya, diawali dengan mulai dibukannya pos pemerintahan tahun 1892. Namun, karena saat itu dipengaruhi kondisi keamanan, pos tersebut ditinggalkan petugas. Hingga pos kembali dihadirkan pada 12 Februari 1902, yang kini dikenal sebagai hari bersejarah Kabupaten Merauke.

Saat itu geliat pembangunan mulai terasa seiring didatangkannya petugas pemerintahan dari Jawa dan masuknya pendatang ke Merauke untuk berdagang juga pemburu burung kuning.

“Di tahun 1905 sudah mulai terlihat perkumpulan orang kristen yang mulai melakukan ibadah di rumah-rumah,”katanya.

Di Merauke perkembangan protestan terus meluas dan merambah ke luar kota Merauke melalukan pekabaran injil dilakukan peristiwa pembabtisan.

“Waktu itu belum ada gereja, pelayanan langsung oleh Indische Kerk yang mengirim utusan melayani. Hingga 1935 berdiri gereja protestan di Maluku. Di tahun 1985 terbentuk 4 klasis, termasuk GPI Klasis Merauke,” paparnya.

Perjalanan sejarah tersebut kembali dikemukakan mantan Ketua Klasis GPI Merauke, tepat untuk memperingati HUT GPI ke 111, pada 30 Maret 2019.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak terlepas dengan adanya keterlibatan gereja yang ikut berkontribusi mendukung kemajuan, baik dari sumber daya manusia, sosial, ekonomi dan kesehatan.

“Sejarah ini perlu diangkat supaya lebih dikenal. GPI sangat peduli dan mendukung pemerintah bersinergi membangun daerah hingga di kampung-kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Klasis GPI Papua, Merauke, Pdt Victor Jelira, perayaan HUT ke-111 akan dilalui dengan ibadah syukur bersama yang dipusatkan di Gereja Jemaat Kristus Mopah Lama.

“GPI Papua Merauke berkomitmen mengangkat sejarah berdirinya Kabupaten Merauke tidak terlepas dari keterlibatan gereja protestan di tanah Papua, khususnya tanah Animha,” tandasnya dalam keterangan Pers, Kamis (28/3). (Nuryani)


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Songsong HUT ke-111 GPI di Merauke, Begini Sejarah Singkatnya . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel