-->

Air Sumur Warga Mimika Tercemar Bakteri E-Coli

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Air Sumur Warga Mimika Tercemar Bakteri E-Coli. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Foto: Ist./TimeX
PERIKSA – Petugas Laboratoriun Kesehatan Daerah saat memeriksa sampel air sumur warga Mimika.

TIMIKA,TimeX

Sebagian besar sumur milik warga Kabupaten Mimika dipastikan tercemar kandungan bakteri e-coli.

Air sumur yang sudah tercemar atau terkontaminasi  ini dipastikan tidak layak konsumsi masyarakat setempat.

Meski tingkat pencemaran masih dibawah ambang batas, petugas Laboratoriun Kesehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika terus melakukan uji laboratorium mikrobiologi.

Kepala Dinkes Mimika melalui Hamisa Tiflen selaku Penangungjawab Laboratorium Mikrobiologi kepada Timika eXpress di ruang kerjanya, Jumat (1/2) menjelaskan air yang layak dikonsumsi syaratnya tidak mengandung bakteri atau nol e-coli.

Hal tersebut diatur dalam Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang kategori air bersih.

Ia menyebutkan pencemaran air sumur milik warga dkarenakan karakter tanah.

Selain itu pola hidup kurang sehat dalam masyarakat bisa berpengaruh, seperti buang air besar (BAB) sembarangan, atau posisi jamban atau septic tank berada terlalu dekat dengan sumur. Faktor penyebab lainnya padatnya pemukiman dan hunian masyarakat.

Melalui uji mikrobiologi, lanjut Hamisa, pihaknya secara intens mencegah pencemaran bakteri e-coli dengan memeriksa sampel air di 200 Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Mimika dan sekitarnya.

“Saat ini pencemaran bakteri e-coli masih didominasi kawasan Kota Timika. Kalau air yang kwalitasnya bagus hanya di SP3 karena di sana sumur yang digali dengan kedalaman dari 30-50 meter, sehingga layak untuk konsumsi,” ujarnya.

Hamisa menambahkan kualitas air di Mimika sebagian besar berwarna keruh dan berlumut, sehingga jika hendak digunakan untuk mandi, cuci dan lainnya disarankan harus disaring terlebih dulu.

Dalam pengentasan pencemaran, biasanya tim dari Puskesmas turun langsung ke rumah –rumah warga untuk mengambil sampel air sumur.

Selanjutnya sampel air diserahkan ke petugas laboratorium kesehatan daerah dan dilakukan tes bakteriologi dan kimiawi.

Disebutkan pula Puskemas Pasar Sentral adalah pusat layanan yang paling aktif melakukan pemeriksaan air sumur warga setempat.

“Minggu kemarin mereka sudah ambil sampel air dari 20 sumur milik warga untuk kami periksa,” kata Hamisa.

Dari hasil pemeriksaan sampel air sumur dan DAMIU melalui uji mikrobiologi, hasilnya sebagian besar dinyatakan tercemar meski dipastikan masih berada diambang aman.

Untuk itu, kepada masyarakat Mimika dianjurkan air sumur sebelum digunakan baiknya disaring, begitu pula air yang dibeli dari  DAMIU sebelum dikonsumsi harus dimasak terlebih dahulu.

“Kalau dari pemeriksaan di depot-depot air dan kita periksa filter airnya kalau bermasalah, langsung kami suruh ganti, termasuk berikan edukasi sehingga kualitas air yang dijual benar-benar layak konsumsi,” tandasnya.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid  mengungkapkan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Hanya di Timika, air bersih masih menjadi masalah yang belum terjawab, meski sudah dibangun instalasi sarana air bersih.

Politisi Partai Hanura menyerukan kepada pemerintah setempat untuk menangani serius proyek air bersih.

Ia berharap proyek air bersih yang sementara dikerjakan progresnya mengalami peningkatan.

“Kalau bisa dituntaskan di 2019 sehingga pada persiapan PON 2020 tidak menjadi keluhan para atlet maupun peserta perhelatan akbar tersebut, apalagi Mimika sebagai tuan rumah harus berikan servis yang memuaskan sehingga membawa kesan positif,” tukasnya. (a30)

 

 


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Air Sumur Warga Mimika Tercemar Bakteri E-Coli . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel