Petani di Kampung Yeraha Sulit Pasarkan Beras
Metro Merauke – Kepala Kampung Yeraha, Distrik Tabonji, Kabupaten Merauke, Eliandar Wacaria mengungkapkan, setiap tahun masyarakat setempat memanen gabah. Hanya saja, setelah penggilingan gabah menjadi beras, mereka kesulitan menjual.
“Kami mendapatkan bantuan mesin penggilingan padi dari Pemkab Merauke dan kondisinya baik. Lalu dimanfaatkan menggiling gabah petani setelah panen dan dijemur,” ujar Eliandar kepada Metro Merauke Sabtu (2/2).
Selama ini, lanjut dia, hasil gabah yang digiling menjadi beras, sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup keluarga. Namun banyak tak bisa dijual. “Kami sangat berharap adanya perhatian pemerintah agar ada orang yang bisa membeli beras petani setempat,” pintanya.
Khusus peralatan, menurutnya, terdapat enam handtraktor diberikan pemerintah. Hanya saja, tersisa satu unit. Sedangkan lima lain telah mengalami kerusakan. Karena dimanfaatkan membajak lahan seluas 50 hektar dalam tahun ini.
Diharapkan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke memberikna bantuan jonder tiga unit. Sehingga bisa bertahan lama dan dapat dimanfaatkan masyarakat tiga kelompok di kampung itu.
Ditambahkan, tahun 2019, lahan yang dibuka masyarakat di Kampung Yeraha sekitar 50 hektar. Kini mereka sedang persiapan untuk penanaman, setelah bibit sudah ada. (LKF)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Petani di Kampung Yeraha Sulit Pasarkan Beras . Silahkan membaca berita lainnya.