Keluarga Minta Kematian Theys Eluay Tidak Dipolitisasi
pada tanggal
Monday, 12 November 2018
Edit
Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Keluarga Minta Kematian Theys Eluay Tidak Dipolitisasi. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
"Orang-orang yang berbicara sebagai pelanggaran HAM itu selalu (membawa nama) bapak (Theys Eluay) sebagai objek. Bapak sering menjadi dasar untuk mendapatkan perhatian. Kepada setiap LSM, organisasi, pemerintah, kita sampaikan secara resmi pernyataan sikap keluarga kami. Bapak itu Merah Putih," ujar anak kedua Theys Eluay, Yanto Eluay dalam deklarasi damai di Jalan Besturpos, Sentani, Papua, Sabtu (10/11).
Yanto menegaskan almarhum Theys Eluay mendukung penuh keutuhan NKRI. Theys disebut mengutamakan kepentingan rakyat Papua.
"Bapak adalah seorang ondofolo (pemimpin masyatakat adat). Dia selalu menjaga wibawanya. Yang diajarkan bapak itu sangat bermanfaat setelah kita dewasa. (Theys) Banyak memberikan inspirasi dan motivasi," ujar Yanto.
Sementara itu, Ketua Ondofolo Sosiri, Boaz Enok, mengatakan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Tuhan mengutus negara RI merangkul Papua ini sebagai dapur dunia. Papua ini adalah dapur dunia. Papua tetap Papua. Dia tidak berubah. Di dada kami adalah merah putih. Darah kami adalah Merah Putih," ujar Boaz.
Sementara itu, adik kandung Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Lily Wahid berbicara soal kedekatan Gus Dur dengan Theys Eluay.
"Gus Dur menganggap Theys adalah orang yang menebarkan kasih dan sayang Tuhan dan sangat tinggi rasa kemanusiaannya. (Theys dan Gus Dur) punya latar belakang yang sama. Rasa kemanusiaan menjadi perjuangan mereka berdua," ujar Lily.
Lily mengaku sangat menghormati sosok Theys Eluay. Lily terkesan dengan keteguhan Theys membela rakyat Papua.
"Beliau adalah kalau dibilang, orang yang diturunkan oleh Tuhan seabad sekali. Saya sangat hormati Theys," ujar Lily. (Dtc)

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Keluarga Minta Kematian Theys Eluay Tidak Dipolitisasi . Silahkan membaca berita lainnya.
![]() |
| Keluarga besar tokoh Papua, almarhum Theys Eluay menggelar deklarasi damai.(Foto-Dtc) |
SAPA (SENTANI) - Keluarga besar tokoh Papua, almarhum Theys Eluay menggelar deklarasi damai di Sentani, Papua. Keluarga meminta kematian Theys Eluays tidak dipolitisasi.
"Orang-orang yang berbicara sebagai pelanggaran HAM itu selalu (membawa nama) bapak (Theys Eluay) sebagai objek. Bapak sering menjadi dasar untuk mendapatkan perhatian. Kepada setiap LSM, organisasi, pemerintah, kita sampaikan secara resmi pernyataan sikap keluarga kami. Bapak itu Merah Putih," ujar anak kedua Theys Eluay, Yanto Eluay dalam deklarasi damai di Jalan Besturpos, Sentani, Papua, Sabtu (10/11).
Yanto menegaskan almarhum Theys Eluay mendukung penuh keutuhan NKRI. Theys disebut mengutamakan kepentingan rakyat Papua.
"Bapak adalah seorang ondofolo (pemimpin masyatakat adat). Dia selalu menjaga wibawanya. Yang diajarkan bapak itu sangat bermanfaat setelah kita dewasa. (Theys) Banyak memberikan inspirasi dan motivasi," ujar Yanto.
Sementara itu, Ketua Ondofolo Sosiri, Boaz Enok, mengatakan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Tuhan mengutus negara RI merangkul Papua ini sebagai dapur dunia. Papua ini adalah dapur dunia. Papua tetap Papua. Dia tidak berubah. Di dada kami adalah merah putih. Darah kami adalah Merah Putih," ujar Boaz.
Sementara itu, adik kandung Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Lily Wahid berbicara soal kedekatan Gus Dur dengan Theys Eluay.
"Gus Dur menganggap Theys adalah orang yang menebarkan kasih dan sayang Tuhan dan sangat tinggi rasa kemanusiaannya. (Theys dan Gus Dur) punya latar belakang yang sama. Rasa kemanusiaan menjadi perjuangan mereka berdua," ujar Lily.
Lily mengaku sangat menghormati sosok Theys Eluay. Lily terkesan dengan keteguhan Theys membela rakyat Papua.
"Beliau adalah kalau dibilang, orang yang diturunkan oleh Tuhan seabad sekali. Saya sangat hormati Theys," ujar Lily. (Dtc)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Keluarga Minta Kematian Theys Eluay Tidak Dipolitisasi . Silahkan membaca berita lainnya.
