Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru
pada tanggal
Saturday, 24 November 2018
Edit
Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru . Silahkan membaca berita lainnya.
![]() |
| Opini |
Oleh Ahmad Wijaya *)
HARI besar Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sebentar lagi akan datang dan seperti biasanya harga berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
Sekalipun gejolak harga kebutuhan pokok saat Natal dan Tahun Baru tidak sebesar saat Ramadhan hingga Lebaran, pemerintah tetap harus mewaspadai dengan terus memantau stok dan distribusi agar pasokan di pasaran tersedia dan harga tak terlalu tinggi.
Jauh-jauh hari sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, juga Satgas Pangan yang beranggotakan kepolisian, sudah berusaha menjaga stok dan distribusi agar lancar sampai masyarakat dengan harga terjangkau.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memberikan arahan kepada kepala dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional jelang Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/11), meminta para pemerintah daerah memantau persediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Ada dua periode yang harus diwaspadai terkait dengna kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok yang dapat menyebabkan lonjakan harga, yaitu ketika memasuki bulan suci Ramadhan dan menjelang akhir tahun.
Khusus periode akhir tahun, terdapat beberapa daerah yang mengalami tren kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Hal ini disebabkan adanya kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok untuk kebutuhan perayaan hari keagamaan.
Daerah tersebut, adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat.
Selain itu, terdapat beberapa daerah yang diperkirakan mengalami kenaikan permintaan pada akhir tahun karena daerah tujuan wisata, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.
Untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok, pemerintah Daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan.
Pemerintah daerah juga diharapkan melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bahan kebutuhan pokok, serta meningkatkan koordinasi antarinstansi di wilayah kerjanya.
Hal ini untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah.
Ketersediaan Daging Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan daging ayam, sapi, dan telur cukup untuk persediaan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Berdasarkan perhitungan, ketersediaan dan kebutuhan daging sapi dan kerbau terdapat surplus sebanyak 11.219 ton.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan produksi sapi lokal sebanyak 35.845 ton, sedangkan kebutuhan daging sapi sebanyak 55.305 ton.
Kekurangan disediakan melalui impor sapi dan daging sebanyak 30.679 ton, dengan komponen impor sapi bakalan sebanyak 18.217 ton, setara sapi 91.543 ekor, dan komponen impor daging sapi serta kerbau sebanyak 12.462 ton, setara sapi 62.623 ekor.
Untuk ketersediaan daging ayam menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 juga mengalami surplus.
Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan daging ayam, dapat disimpulkan terdapat potensi surplus atau kelebihan produksi daging ayam pada 2018 sebanyak 466.445 ton dengan rataan per bulan sebanyak 38.870 ton.
Sementara potensi produksi DOC (Ayam Umur Sehari) Final Stock Broiler (ayam pedaging) sebanyak 3.281.345.300 ekor, dengan rataan per bulan sebanyak 273.445.442 ekor atau 62,9 juta ekor per minggu.
Potensi produksi daging berdasarkan produksi DOC pada 2018 sebanyak 3.517.721 ton, dengan rataan per bulan sebanyak 293.143 ton, sedangkan proyeksi kebutuhan daging pada 2018 sebanyak 3.051.276 ton, dengan rataan per bulan sebanyak 254.273 ton.
Di samping perhitungan berdasarkan potensi, juga dilakukan penghitungan berdasarkan laporan realisasi produksi dari masing-masing perusahaan sampai dengan Oktober 2018.
Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan terdapat surplus produksi daging sampai dengan November 2018 sebanyak 269.582 ton dengan rataan per bulan sebanyak 22.482 ton.
Produksi telur ayam pada 2018 diperoleh dari laporan data realisasi produksi DOC layer pada 2016, 2017, dan 2018 yakni Januari hingga Mei 2018 karena produksi telur diperoleh setelah ayam umur 4,5 bulan.
Berdasarkan data realisasi produksi DOC 2016-2018 tersebut diperoleh populasi ayam layer komersial pada 2018 per bulan berkisar 207.565.729-222.560.615 ekor dengan rerata populasi per bulan sebanyak 214.153.020 ekor.
Berdasarkan potensi ketersediaan dan proyeksi kebutuhan telur ayam ras, maka terdapat potensi surplus telur sebanyak 795.071 ton per tahun atau 66.256 ton per bulan.
Melihat perhitungan kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau, daging ayam dan telur ayam ras pada akhir 2018 atau menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 maka dalam kondisi surplus, sehingga kondisinya sangat aman.
Untuk menjaga stabilitas harga diharapkan seluruh polda sampai polres akan membentuk tim dan berkoordinasi dengan instansi terkait dengan melakukan pemantauan ketersediaan pasokan dan harga pangan strategis menjelang dan selama Natal dan TahunBaru 2019.
Kasatgas Pangan Kombes Pol Nico Afinta mengatakan pihaknya mengawasi distribusi bahan kebutuhan pokok hingga tingkat bawah untuk memastikan stabilitas harga beras menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Satgas pangan bersama Perum Bulog, kementerian, dan Dinas Perdagangan, Kementerian Pertanian serta pedagang terus mengawasi distribusi kebutuhan bahan pokok agar sampai tujuan.
Satgas Pangan melaksanakan tiga hal dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, yakni komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sejauh ini, pihaknya belum menemukan daerah yang dinilai memiliki kerawanan penyelewengan distribusi bahan pokok.
Diharapkan penyelewengan distribusi tak terjadi sehingga saat masyarakat merayakan hari besar pada akhir tahun bisa memperoleh harga wajar. *) Antara
Sekalipun gejolak harga kebutuhan pokok saat Natal dan Tahun Baru tidak sebesar saat Ramadhan hingga Lebaran, pemerintah tetap harus mewaspadai dengan terus memantau stok dan distribusi agar pasokan di pasaran tersedia dan harga tak terlalu tinggi.
Jauh-jauh hari sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, juga Satgas Pangan yang beranggotakan kepolisian, sudah berusaha menjaga stok dan distribusi agar lancar sampai masyarakat dengan harga terjangkau.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memberikan arahan kepada kepala dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional jelang Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) di Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/11), meminta para pemerintah daerah memantau persediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Ada dua periode yang harus diwaspadai terkait dengna kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok yang dapat menyebabkan lonjakan harga, yaitu ketika memasuki bulan suci Ramadhan dan menjelang akhir tahun.
Khusus periode akhir tahun, terdapat beberapa daerah yang mengalami tren kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Hal ini disebabkan adanya kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok untuk kebutuhan perayaan hari keagamaan.
Daerah tersebut, adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat.
Selain itu, terdapat beberapa daerah yang diperkirakan mengalami kenaikan permintaan pada akhir tahun karena daerah tujuan wisata, antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.
Untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan kebutuhan pokok, pemerintah Daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan.
Pemerintah daerah juga diharapkan melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bahan kebutuhan pokok, serta meningkatkan koordinasi antarinstansi di wilayah kerjanya.
Hal ini untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah.
Ketersediaan Daging Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan daging ayam, sapi, dan telur cukup untuk persediaan Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Berdasarkan perhitungan, ketersediaan dan kebutuhan daging sapi dan kerbau terdapat surplus sebanyak 11.219 ton.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan produksi sapi lokal sebanyak 35.845 ton, sedangkan kebutuhan daging sapi sebanyak 55.305 ton.
Kekurangan disediakan melalui impor sapi dan daging sebanyak 30.679 ton, dengan komponen impor sapi bakalan sebanyak 18.217 ton, setara sapi 91.543 ekor, dan komponen impor daging sapi serta kerbau sebanyak 12.462 ton, setara sapi 62.623 ekor.
Untuk ketersediaan daging ayam menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 juga mengalami surplus.
Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan daging ayam, dapat disimpulkan terdapat potensi surplus atau kelebihan produksi daging ayam pada 2018 sebanyak 466.445 ton dengan rataan per bulan sebanyak 38.870 ton.
Sementara potensi produksi DOC (Ayam Umur Sehari) Final Stock Broiler (ayam pedaging) sebanyak 3.281.345.300 ekor, dengan rataan per bulan sebanyak 273.445.442 ekor atau 62,9 juta ekor per minggu.
Potensi produksi daging berdasarkan produksi DOC pada 2018 sebanyak 3.517.721 ton, dengan rataan per bulan sebanyak 293.143 ton, sedangkan proyeksi kebutuhan daging pada 2018 sebanyak 3.051.276 ton, dengan rataan per bulan sebanyak 254.273 ton.
Di samping perhitungan berdasarkan potensi, juga dilakukan penghitungan berdasarkan laporan realisasi produksi dari masing-masing perusahaan sampai dengan Oktober 2018.
Berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan terdapat surplus produksi daging sampai dengan November 2018 sebanyak 269.582 ton dengan rataan per bulan sebanyak 22.482 ton.
Produksi telur ayam pada 2018 diperoleh dari laporan data realisasi produksi DOC layer pada 2016, 2017, dan 2018 yakni Januari hingga Mei 2018 karena produksi telur diperoleh setelah ayam umur 4,5 bulan.
Berdasarkan data realisasi produksi DOC 2016-2018 tersebut diperoleh populasi ayam layer komersial pada 2018 per bulan berkisar 207.565.729-222.560.615 ekor dengan rerata populasi per bulan sebanyak 214.153.020 ekor.
Berdasarkan potensi ketersediaan dan proyeksi kebutuhan telur ayam ras, maka terdapat potensi surplus telur sebanyak 795.071 ton per tahun atau 66.256 ton per bulan.
Melihat perhitungan kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau, daging ayam dan telur ayam ras pada akhir 2018 atau menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 maka dalam kondisi surplus, sehingga kondisinya sangat aman.
Untuk menjaga stabilitas harga diharapkan seluruh polda sampai polres akan membentuk tim dan berkoordinasi dengan instansi terkait dengan melakukan pemantauan ketersediaan pasokan dan harga pangan strategis menjelang dan selama Natal dan TahunBaru 2019.
Kasatgas Pangan Kombes Pol Nico Afinta mengatakan pihaknya mengawasi distribusi bahan kebutuhan pokok hingga tingkat bawah untuk memastikan stabilitas harga beras menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Satgas pangan bersama Perum Bulog, kementerian, dan Dinas Perdagangan, Kementerian Pertanian serta pedagang terus mengawasi distribusi kebutuhan bahan pokok agar sampai tujuan.
Satgas Pangan melaksanakan tiga hal dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, yakni komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sejauh ini, pihaknya belum menemukan daerah yang dinilai memiliki kerawanan penyelewengan distribusi bahan pokok.
Diharapkan penyelewengan distribusi tak terjadi sehingga saat masyarakat merayakan hari besar pada akhir tahun bisa memperoleh harga wajar. *) Antara
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru . Silahkan membaca berita lainnya.
