Alumni dan Mahasiswa STIE JB Minta PLN Area Timika Hentikan Pemadaman
TIMIKA,TimeX
Ratusan alumni dan mahasiswa STIE JB Mimika dalam aksi demo damai meminta PT PLN area Timika hentikan pemadaman listrik secara bergilir yang diterapkan selama ini pada Kamis (28/3).
Foto: Tanto/TimeX
DEMO DAMAI – Ratusan alumni dan mahasiswa STIE JB Mimika dalam aksi demo damai meminta PT PLN area Timika hentikan pemadaman listrik secara bergilir yang diterapkan selama ini pada Kamis (28/3).
Aksi ini bentuk dari luapan rasa kecewa terhadap perusahaan plat merah lantas hampir lima bulan terkahir ini menerapkan sistem pemadaman listrik secara bergantian.
Aksi ini mendapat ijin dari Polres Mimika dengan surat tanda terima pemberitahuan nomor: STTP/08/III/2019/Intelkam. Surat ini dikeluarkan pada 27 Maret. Ditanda tangani Kapolres Mimia Cq Kasat Intelkam Sudirman.
Penanggungjawab aksi demo Richard Nelson Wakum SE MH.
Massa dengan titik kumpul di Kampus STIE JB. Selanjutnya konvoi melintasi Jalan Hasanuddin melewati Jalan Yos Sudarso menuju Kantor PLN di Jalan Leo Mamiri. Di PLN mereka menyerukan agar PLN tidak lagi memberlakukan pemadaman listrik bergilir.
Lepas dari PLN massa long march menuju DPRD Mimika melewati Jalan Ahmad Yani masuk Jalan Tri Kora dan Jalan Cenderawasih.
Di hadapan anggota DPRD massa meminta agar PLN area Timika hentikan pemadaman listrik secara bergilir.
Berikut isi tiga pernyataan sikap yang diserahkan kepada DPRD Mimika. Pertama, Kami meminta dengan tegas kepada pihak PLN area Timika untuk menghentikan pemadaman listrik secara bergilir. Kedua, Kami meminta dengan tegas untuk pergantian Kepala PLN area Timika. Ketiga, Apabila poin 1 dan 2 tidak diindahkan atau direspons dalam waktu 2 x 24 jam, maka kami akan melakukan aksi demo dengan jumlah massa yang lebih besar.
Selain tiga aspirasi massa juga menyerahkan lilin sebagai simbol atau logo pengganti logo asli PLN lantar sering terjadinya pemadaman.
Pernyataan sikap dan lilin ini diterima oleh Nathaniel Murib Wakil Ketua II DPRD Mimika didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya. Hadir pula Hotman Ambarita Manager PLN UP3 Timika beserta jajarannya dan Richard Nelson Wakum penanggungjawab aksi demo damai.
Selama aksi berlangsung mendapat pengawalan ketat dari Polres Mimika dipimpin langsung Kompol I Nyoman Punia Wakapolres Mimika didampingi Kompol Andika Aer Kabag Ops dan AKP Ida Waymramra Kapolsek Mimika Baru.
Selain pernyataan sikap dan lilin massa juga membawakan spanduk. Pada spanduk tertulis ungkapan kekesalan terhadap manajemen PT PLN. Di antaranya PLN sebagai discotik, konsumen memiliki hak untuk memilih dan didengar, alihkan pengelolaan listrik PLN Timika ke PTFI, PLN tra kosong, PLN hanya tahu menagih tapi tidak bisa melayani dan PLN stop tipu kami.
Nathaniel Murib usai menerima aspirasi menyampaikan apa yang dilakukan alumni dan ratusan mahasiswa-mahasiswi STIE JB merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat luas.
“Saya terima aspirasinya dan hal ini akan dibicarakan untuk mencari tahu penyebabnya serta mencari solusi atau jalan keluarnya,” ungkapnya.
Sebelumnya Erik alumni STIE JB mengkritik PLN bahwa akibat pemadaman listrik banyak barang-barang elektronik konsumen rusak. Untuk itu ia meminta segera hentikan pemadaman bergilir.
“Kami hadir di sini membawa aspirasi dari masyarakat. Selain itu juga kami datang ketempat ini karena kami berasumsi bahwa PT PLN area Timika tidak mampu menjalankan amanat Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang kelistrikan. PLN area Timika harus belajar dari PLN-PLN di kabupaten lain,” katanya.
PLN UP3 Diminta Koordinasi dengan Bupati Mimika
Sementara pada rapat dengar pendapat antara perwakilan alumni dan mahasiswa STIE JB dengan pihak PLN di DPRD Mimika massa mendesak PLN UP3 koordinasi dengan Bupati Mimika difasilitasi DPRD Mimika dan Kapolres Mimika untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Erick Welakubun perwakilan dari alumni STIE JB menegaskan koordinasi itu perlu agar kepala daerah bisa melihat masalah yang terjadi saat ini.
“Pemadaman inikan sudah berlangsung lima bulan dan ini sangat fatal karena ketersediaan listrik di Timika sangat langkah,” katanya.
Ia juga meminta PLN segera mengambil langkah-langkah tepat agar energi listrik ini bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat.
“Artinya bahwa ada efisiensi energi listrik khusus kepada pengusaha-pengusaha dalam hal ini hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang menggunakan arus listrik dengan tegangan yang tinggi. Jadi bisa diminimalkan supaya kebutuhan daya bisa dipenuhi oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap PLN ada perubahan disistem manajemen terkait kerusakan mesin.
“Kalau mesin rusak berbulan-bulan inikan aneh. Berarti manajemennya kurang bagus. Solusi ini diterima kami berterimakasih, tetapi kalau tidak kami akan lakukan somasi kepada PLN terkait pemadaman ini,” ancamannya.
Hotman Ambarita Manager PLN UP3 Timika usai pertemuan mengatakan pihaknya akan berusaha mencari solusi jangka pendek untuk mengurangi tingkat pemadaman melalui perbaikan mesin dan mendatangkan mesin tiga megawatt. Lainnya mengganti mesin yang rusak dua unit kapasitas 1,2 megawatt.
“Ini usaha kita jangka pendeknya karena sesuai dengan tahap-tahapnya,” katanya.
Adanya aksi dari alumni dan ratusan mahasiswa-mahasiswi ini ia memandang sebagai penyemangat pihak PLN agar lebih bekerja lagi.
“Terkait keluhan soal pemadaman lampu 8-12 jam itu kita akan rubah lagi dan kami akan diskusikan kembali,” katanya.
Terkait keluhan jadwal menyala pascapemadaman kadang tidak tepat waktu atau diluar jadwal menurutnya dengan jadwal yang sudah tersebar itu dalam perhitungan 22 mega masuk dan harusnya 5,3 mega defisit.Namun tiba-tiba mesin macet dan ini yang mengakibatkan adanya perubahan jadwal.
“Hal itu kami menyadari juga dan kami akan berusaha. Jadi mesin kita yang satu mega itu kalau panas sampai 25 persen perunit itu bisa turun karena cuaca panas. Tetapi kalau cuaca dingin itu bisa naik bebannya,” jelasnya.
Ia pun mengakui 11 mesin yang mengalami kerusakan kini tengah dalam proses perbaikan oleh tenaga teknisi.
Proses perbaikan ini juga tidak gampang. “Artinya kita membeli material. Inikan juga tidak sama beli dengan barang lain yang hari ini kita beli langsung ada, karena belum tentu ada di Jakarta, bisa saja kadang ada di luar negeri,” katanya. (tan)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Alumni dan Mahasiswa STIE JB Minta PLN Area Timika Hentikan Pemadaman . Silahkan membaca berita lainnya.