Freeport Fasilitasi 5.030 Karyawan Natal di Kampung Halaman
Foto : Shanty/TimeX
FOTO BERSAMA-Managemen PTFI bersama karyawan foto bersama usai pembukaan program penerbangan Christmas Flight dan Christmas Boat di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin kemarin.
TIMIKA,TimeX
PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tahun ini kembali memfasilitasi sebanyak 5.030 karyawan Papua untuk dapat merayakan Natal di kampung halamannya melalui program christmas flight dan christmas boat 2018, Senin (10/12).
Melalui program ini, Freeport menanggung dan memfasilitasi karyawan Freeport dan keluarganya ke 37 daerah tujuan baik dengan akses transportasi udara maupun perairan atau laut.
Adapun 37 daerah tujuan meliputi wilayah pegunungan dan pesisir pantai, baik di Kabupaten Mimika, serta Papua pada umumnya, yaitu Agats, Agimuga, Alama, Ararau, Aroanop, Atuka, Bella, Beoga, Bilogai, Duma-Dama, Enarotali/Paniai, Hoeya, Ilaga dan Jila.
Lainnya Kaimana/Fak-fak, Kokonao, Kwiyawage, Manokwari, Merauke, Moenemani/Dogiyai, Nabire, Ompilaga, Pogapa, Potowayburu, Pronggo, Serui, Sinak, Sorong, Sugapa/Intan Jaya, Sumapro, Timika Pantai, Tiom/Lany Jaya, Tolikara, Tsinga, Umar, Waghete/Deiyai, dan Wamena/Jayawijaya.
Dari 37 daerah tujuan tersebut 5.030 karyawan Freeport akan dilayani dengan penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Timika-Nabire dengan sistem group flight regular dan Twin Otter Air Fast akan melayani daerah tujuan Enarotali, Waghete dan Moanemani dengan calon penumpang terbanyak dari seluruh daerah tujuan.
Sementara Pesawat Johnlin melayani penumpang ke beberapa kabupaten dan kampung di wilayah pedalaman yang tidak bisa didarati Pesawat Twin Otter,”jelasnya.
Sedangkan penerbangan ke daerah tujuan di Papua dilayani maskapai Sriwijaya Air dengan rute Manokwari, Sorong, dan Merauke menggunakan sistem block group mengikuti flight regular. Sementara tujuan Kota Wamena dengan charther flight.
Selain itu, untuk christmas boat bagi karyawan yang tinggal di daerah pesisir dilayani dengan sistem bantuan bahan bakar meliputi 17 daerah tujuan, yaitu Kokonao, Agimuga, Aikawapuka, Ipaya, Potowayburu, Pronggo, Timika Pantai, Agats, Atuka, Omawita, Sumapro, Ararau, Kekwa, Manasari, Umar, Yaraya dan Amar.
Sementara Helikopter Air Fast akan melayani karyawan dan tanggungannya yang hendak berlibur ke beberapa daerah pegunungan, seperti Duma-Dama, Hoya, Alama, Jila, Tsinga dan Aroanop.
Dimulainya program ini ditandai pelepasan penerbangan Natal dan perahu Natal perdana 2018-2019 oleh Vice President (VP) Manpower Management PTFI, Iyas Kusnadi di Bandara Perintis Mozes Kilangin, Senin (10/12) ditandai dengan pemukulan tifa dan pemotongan tumpeng.
Hadir pada pembukaan tersebut, Arnold Kayame, VP Community Relation & Human Right PTFI, Edward Hutahean selaku Kepala Bandara AVCO, DanLanud, Satrad 243, Pimpinan Garuda Indonesia, Pimpinan Sriwijaya Air serta tamu undangan lainnya.
Pemberangkatan karyawan dan tanggungannya secara resmi mulai pada hari ini (kemarin-red) akan berlangsung sampai dengan tanggal 23 Desember 2018. Menyusul penjemputan karyawan dan tanggungannya dimulai tanggal 5-19 Januari 2019.
Iyas Kusnadi, Vice President Manpower Managemen PTFI dalam sambutannya mengatakan, program ini berkesinambungan dari tahun ke tahun sebagai komitmen perusahaan memberikan pelayanan dan kemudahan terutama kepada karyawan Papua untuk merayakan natal bersama keluarga.
“Dengan pengaturan ini menurutnya lebih mudah karena berangkat dan pulangnya rombongan, sehingga dari sisi perusahaan bisa dilakukan secara efisien dan efektif,” ujarnya.
Suksesnya program ini menjadi kebanggaan perusahaan karena mampu memberikan pelayanan kemudahan bagi karyawan 7 suku, terutama karyawan dengan daerah tujuan terpencil,”tutur Iyas kerap ia disapa.
Iyas pun berharap mudah-mudahan kerja sama dengan maskapai penerbangan bisa ditingkatkan di kemudian hari sehingga pelayanan terhadap program ini bisa lebih baik lagi di tahun mendatang.
“Semoga karyawan yang melakukan cuti bisa kembali ke jobsite (tempat kerja) dengan selamat karena hal itu menjadi harapan utama perusahaan,” tandasnya.
Selanjutnya, Heribert Emeyauta, Ketua Panitia Program Christmas Flight dan Christmas Boat dalam laporannya menerangkan, perusahaan yang bergabung dalam program ini terdiri dari penumpang karyawan dan tanggungan dari PTFI.
Disebutkan pula karyawan kontraktor yang tertanggung adalah dari PT Kuala Pelabuhan Insonesia (KPI) sebanyak 470 orang, kemudian karyawan dan tanggungan dari PT PSU sebanyak 904 orang.
Selain itu, karyawan dan tanggungan dari PT AVCO sebanyak 84 orang, dan tanggungan karyawan dari PT PJP sebanyak 9 orang.
Termasuk tanggungan karyawan dari RS Isos sebanyak 19 orang, karyawan dan tanggungan dari Sekolah YPJ sebanyak 18 orang.
Termasuk karyawan dan tanggungan dari RPH sebanyak 87 orang, karyawan dan tanggungan dari PT Mahaka 12 orang dan karyawan dan tanggungan dari Institute Pertambangan Nemangkawi (IPN) sebanyak 15 orang.
Menurut Heribert, pendaftaran program ini dibuka sejak 14 September 2018 dan resmi ditutup pada 18 November 2018 lalu.
Melalui program ini pihaknya mengeluarkan dua warna tiket yakni warna hijau untuk one way (satu kali perjalanan) dan warna orange (untuk pulang pergi), dimana tiket tersebut disertakan foto dan identitas penumpang.
“Jadi program christmas flight dan both itu program reguler managemen PTFI khusus karyawan Papua sebagai salah satu bentuk perhatian untuk berlibur serta dapat merayakan Natal bersama keluarga di kampung. Progrma ini semuanya ditanggung Freeport,” tukasnya. (san)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Freeport Fasilitasi 5.030 Karyawan Natal di Kampung Halaman . Silahkan membaca berita lainnya.