Generasi Muda Papua Diminta Warisi Jiwa Pahlawan
pada tanggal
Monday, 12 November 2018
Edit
Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Generasi Muda Papua Diminta Warisi Jiwa Pahlawan. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
"Peringatan Hari Pahlawan merupakan momentum bagi Bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan," katanya pada peringatan Hari Pahlawan 2018 di Biak, Senin (12/11).
Ia mengajak generasi muda Indonesia untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan nasional untuk mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.
Dengan peringatan Hari Pahlawan, kata dia, sebagai salah satu momentum mengingat bahwa telah terjadi tranformasi jiwa yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia.
"Sehingga kedepannya melalui semangat perjuangan para pahlawan, kita sebagai generasi muda harus lebih bisa mentransformasi diri untuk membangun bangsa agar lebih maju dan semakin kuat," katanya.
Ia juga mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya sehinga saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan baru.
Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November di Biak dibacakan sejumlah pesan-pesan pahlawan Nasional di antaranya Ir Soekarno.
Menurut Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya.
Sementara itu, menurut Bung Hatta seorang pahlawan adalah ia yang setia berkorban demi membela cita-cita.
"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita," kata Bung Hatta.
Sedangkan RA Kartini dalam pesannya menyebut hal yang bisa membuat kita jatuh adalah sikap kita sendiri.
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri,"kata RA Kartini.
Sementara itu, pesan pahlawan nasional Jendral Besar Soedirman yang dibacakan adalah "Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng Merah Putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi," kata Jenderal Besar Soedirman. (Ant)

Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Generasi Muda Papua Diminta Warisi Jiwa Pahlawan . Silahkan membaca berita lainnya.
| ASN Biak Numfor sedang mengikuti peringatan hari Pahlawan.(Foto-Ant) |
SAPA (BIAK) - Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Biak Numfor, Papua Herry Ario Naap meminta generasi muda Indonesia, khususnya di tanah Papua dapat mewarisi nilai-nlai jiwa kepahlawanan yang berjuang melawan penjajah tanpa pamrih demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Peringatan Hari Pahlawan merupakan momentum bagi Bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan," katanya pada peringatan Hari Pahlawan 2018 di Biak, Senin (12/11).
Ia mengajak generasi muda Indonesia untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan nasional untuk mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.
Dengan peringatan Hari Pahlawan, kata dia, sebagai salah satu momentum mengingat bahwa telah terjadi tranformasi jiwa yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia.
"Sehingga kedepannya melalui semangat perjuangan para pahlawan, kita sebagai generasi muda harus lebih bisa mentransformasi diri untuk membangun bangsa agar lebih maju dan semakin kuat," katanya.
Ia juga mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya sehinga saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan baru.
Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November di Biak dibacakan sejumlah pesan-pesan pahlawan Nasional di antaranya Ir Soekarno.
Menurut Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya.
Sementara itu, menurut Bung Hatta seorang pahlawan adalah ia yang setia berkorban demi membela cita-cita.
"Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita," kata Bung Hatta.
Sedangkan RA Kartini dalam pesannya menyebut hal yang bisa membuat kita jatuh adalah sikap kita sendiri.
"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri,"kata RA Kartini.
Sementara itu, pesan pahlawan nasional Jendral Besar Soedirman yang dibacakan adalah "Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng Merah Putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi," kata Jenderal Besar Soedirman. (Ant)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Generasi Muda Papua Diminta Warisi Jiwa Pahlawan . Silahkan membaca berita lainnya.