Kerajinan Gerabah Jayapura Warisan Nenek Moyang 13 Generasi
pada tanggal
Tuesday, 13 November 2018
Edit
Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul Kerajinan Gerabah Jayapura Warisan Nenek Moyang 13 Generasi. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.
Sentani, PAPUANEWS.ID – Kerajinan gerabah warisan nenek moyang di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, terus dipertahankan oleh masyarakat.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Kerajinan Gerabah Jayapura Warisan Nenek Moyang 13 Generasi . Silahkan membaca berita lainnya.
Sentani, PAPUANEWS.ID – Kerajinan gerabah warisan nenek moyang di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, terus dipertahankan oleh masyarakat.“Kerajinan gerabah ini sudah ada sejak nenek moyang zaman dahulu dan digeluti secara turun-temurun, hingga kini sudah 13 generasi yang masih membuat gerabah,” ujar Naftali Fele, Kepala Suku Kampung Abar di Sentani, Selasa (13/11).
Awalnya, pembuatan kerajinan gerabah ini dilakukan oleh kaum laki-laki. Namun sekitar tujuh sampai delapan generasi berikutnya pembutan kerajinan gerabah ini mulai beralih ke wanita, kata Naftali.
“Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa buat gerabah, bapak juga bisa buat gerabah, bahan baku gerabah yakni tanah liat. Bapak-bapak bantu angkat ke rumah untuk dibuatkan gerabah,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, tanah liat menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat dan menjadi alat pembayaran maskawin berupa piring dan harta benda lainnya yang tentunya terbuat dari tanah liat juga.
“Jika pembayaran maskawin kurang, maka para orang tua dulu mengambil tanah liat lalu membuat gerabah dengan beragam bentuk yakni bentuk sempe, belanga untuk ikan, tempat simpan sagu, dan lainnya,” jelasnya.
Berbagai kerajinan gerabah tersebut kemudian ditukarkan dengan manik-manik hijau dan tomako batu/kapak batu yang selalu digunakan untuk membayar maskawin.
“Jadi gerabah ini dipertahankan terus sampai sekarang, bahan baku yang diambil juga tidak pernah berkurang, terus ada untuk diambil guna membuat gerabah,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi alat pengganti maskawin, di zaman sekarang kerajinan gerabah dija dijadikan pendaapatan keluarga masyarakat Kampung Abar.
Harga gerabah relatif beragam, yang berukuran besar atau biasanya disebut sempen dijual dengan harga Rp500 ribu, gerabah sedang Rp200 ribu, dan gerabah kecil Rp100 ribu per unit.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Kerajinan Gerabah Jayapura Warisan Nenek Moyang 13 Generasi . Silahkan membaca berita lainnya.