-->

16 Jenazah Pahlawan Pembangunan Dipulangkan ke Kampung Halaman

Ini adalah berita terbaru dan menarik dengan judul 16 Jenazah Pahlawan Pembangunan Dipulangkan ke Kampung Halaman. Silahkan baca dan menyimak artikelnya.

foto: Tanto/timeX
PEMBERANGKATAN – Satu persatu jenazah para korban pembunuhan diarak menuju Pesawat Hercules untuk diberangkan ke kampung halamannya masing-masing.

 TIMIKA,TimeX

Sebanyak 16 jenazah korban pembunuhan Kelompok  Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, 2-3 Desember lalu dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing pada Jumat (7/12).

Foto : Tanto/TimeX
BELA SUNGKAWA – Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Panglima TNI menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban sebelum penyerahan jenazah, Jumat (7/12).

Para korban yang dinobatkan sebagai pahlawan pembangunan Papua oleh Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto, diterbangkan dari  Timika ke Makassar dengan Pesawat Hercules milik TNI-AU A-1331 pada sekitar pukul 15:00 WIT.

Sebelumnya dilangsungkan prosesi pelepasan dan pemberangkatan jenazah dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin.

Kapolda Papua didampingi  Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, serta Kombes Pol Ramon selaku Kabid Dokkes Polda Papua, sebelum pemberangkatan lebih dahulu menyerahkan ke Direktur Utama (Dirut) PT. Istaka Karya Sigit Winarto.

Selanjutnya Sigit Winarto menyerahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk diberangkatkan.

Dari 16 jenazah tersebut, 14 jenazah diturunkan di Makassar dan dua lainnya diberangkatan ke Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing dengan maskapai komersil yang ditanggung pihak PT Istaka Karya.

Adapun pemberangkatan ke-16 jenazah didampingi tiga orang keluarga masing-masing korban dengan pengawalan langsung anggota TNI-Polri.

Untuk semua biaya pengantaran sampai prosesi pemakaman menjadi tanggung jawab PT Istaka Karya.

Dari 16 jenazah yang dikirim, semuanya merupakan Karyawan PT Istaka Karya (lihat tabel nama-nama korban).

Ke-16 jenzah diberangkatan ke kampung halamannya masing-masing setelah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri pascadievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri dari Distrik Mbua, Nduga sejak Kamis (6/12) hingga Jumat (7/12).

Kombes Pol Ramon selaku Kabid Dokkes Polda Papua sebelumnya menerangkan dari hasil identifikasi korban, secara umum kekerasan yang dialami dari tindakan tidak manusiawi KKB adalah luka tembak, kekerasan akibat benda tumpul dan benda tajam. Bahkan tujuh jenazah diantaranya masih dalam kondisi tangannnya terikat ke belakang.

Kapolda Papua pada pelepasan jenazah mengucapkan terima kasih atas dukungan doa sehingga semua proses berjalan dengan baik.

Ia pun berharap dukungan doa melancarkan pemulangan 16 jenazah sampai ke tempat tujuan masing-masing juga berjalan lancar.

“Kami dari kepolisian dan jajaran Kodam Cenderawasih turut bela sungkawa, kami juga mohon maaf atas keterlambatan dalam proses ini karena cuaca dan medan yang sulit mempengaruhi proses evakuasi para korban,” katanya.

PT Istaka Karya Bertangungjawab

Sedangkan Sigit Winarto, Dirut PT Istaka Karya saat Press Conference di Hanggar Bandara Timika menyatakan bahwa pihaknya bertanggungjawab penuh terhadap korban dan keluarganya masing-masing.

“Kami akan tanggung semua kompensasi dan beri santunan buat  pihak keluarga. Termasuk dari keluarga besar BUMN, selain memberikan santunan kepada keluarga korban, juga menjamin pendidikan anak-anak korban melalui beasiswa sampai jenjang SMA-SMK.

Jumlah Santunan Belum Dipastikan

Namun, santunan dari PT Istaka Karya yang akan diberikan kepada ahli waris karyawan yang menjadi korban pembunuhan KKB belum dipastikan berapa jumlahnya.

“Jumlahnya belum bisa saya sampaikan sekarang karena beberapa poin perlu perhitungan kembali,” kata Sigit Winanto menyikapi negosiasi pihaknya bersama keluarga korban alot terkait jumlah santunan.
PT Istaka dalam negosiasi di Hanggar Bandara Mozes Kilangin pada Jumat siang menyanggupi santunan kepada masing-masing korban sebesar Rp24 juta.

Jumlah tersebut lantaran PT Istaka menilai peristiwa tersebut tidak termasuk dalam kecelakaan kerja.
Maka sesuai aturan, santunan yang diberikan sebesar Rp24 juta dengan rincian, uang duka sebesar Rp16.2 juta, santunan sebesar Rp4,8 juta dan penggantian biaya pemakaman sebesar Rp3 juta.
Namun, Dirut PT Istaka Karya mengatakan pihaknya akan memperhitungkan kembali jumlah santunan termasuk mendefinisikan peristiwa yang terjadi sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami minta sekarang pihak keluarga sepakat untuk antar jenazah korban ke tempat asal,” ujarnya sejaligus memohon maaf atas keributan saat negosiasi antara keluarga korban dengan Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua, Oesman Marbun.

Negosiasi Berlangsung Alot

Sementara itu, pada negosiasi antara PT Istaka Karya bersama keluarga dari karyawannya yang menjadi korban pembunuhna KKB berjalan alot.
Keluarga menolak karena perusahaan hanya memberikan santunan Rp24 juta kepada keluarga korban.
Sontak kemarahan keluarga memuncak hingga terjadi adu mulut ketika Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua Osman Marbun mempertanyakan status peserta negosiasi.
Bahkan dalam adu mulut, Osman mengatakan bahwa pihaknya yang sudah berupaya mengambil “barang” (jenazah) dari dalam hutan.
“Itu bukan barang, itu manusia. Kenapa kau bilang itu barang?” kata keluarga korban.
Untuk meredam suasana, Osman kemudian dibawa keluar dari tempat negosiasi.
Negosiasi yang berjalan hampir dua jam tersebut terpaksa dihentikan, sebelum akhirnya diambil alih Dirut PT Istaka Karya sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Samuel, salah satu keluarga korban menilai jumlah yang disanggupi PT Istaka Karya sangat minim bahkan tidak wajar.
Ia berharap agar pihak perusahaan bisa mempertimbangkan permintaan keluarga untuk dapat memberikan santunan yang wajar.

Selain itu, Ose Naiteas, keluarga dari korban Emanuel Beli Naiteas Bano berharap santunan dari pihak perusahaan diberikan dalam jumlah yang wajar.

“Jujur saja kami keluarga terpukul ketika dengar kabar Emanuel Bano dibunuh KKB. Saya tidak sangka kalau 16 korban itu termasuk dia (Emanuel) sepupu kandung saya,” kata Ose kepada Timika eXpress di Hanggar Bandara Mozes Kilangin, Jumat.

Kata Ose, selama korban bertugas di Wamena belum sekalipun bertemu dengannya.

“Saya pernah hubungi dia untuk main-main ke rumah, tapi tidak pernah datang. Sampai dia  tewas dibunuh pun, informasi ini setelah saya hubungi keluarga di kampung. Karena informasi itu benar, makanya saya dari Wamena ke Timika,” ujarnya. (tan/a32)

DAFTAR NAMA KORBAN PENEMBAKAN KKB

NO NAMA DAERAH ASAL
1 Muhamad Agus Gowa – Sulsel
2 Jefri Simaremare Tebing Tinggi – Sumut
3 Alpianus M Toraja Utara – Sulsel
4 Yosafat Toraja – Sulsel
5 M. Fais Syahputra Makassar- Sulsel
6 Carly Vatrino Toraja Utara – Sulsel
7 Yusran Toraja – Sulsel
8 Aris Usi Toraja – Sulsel
9 Agustinus K Toraja Utara – Sulsel
10 Anugerah Toraja
11 Emanuel BN Bano Kefamenanu- NTT
12 Daniel Karre Toraja
13 Samuel Pakiding Kalimantan Timur
14 Efrandi Hutagaul Sumatera Utara
15 Markus Allo Toraja
16 Dino Kondo Toraja

 

 

 

 


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang 16 Jenazah Pahlawan Pembangunan Dipulangkan ke Kampung Halaman . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel