Jelang Hari Raya Natal, Romanus: Mari Kita ‘Jahit’ Kebersamaan
Metro Merauke – Tokoh Masyarakat Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka menyampaikan sejumlah pesan menjelang hari raya Natal 25 Desembrer 2018 bagi umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan menyambut kelahiran Sang Juru Selamat Tuhan Yesus Kristus yang lahir di kandang hina, membebaskan manusia dari dosa.
Kepada Metro Merauke dikediamannya Minggu (23/12), Romanus mengajak seluruh masyarakat di 179 kampung maupun kelurahan dan distik, agar mengucap syukur kepada Tuhan atas rahmat serta kasih sayang yang telah diberikan kepada umat-NYA.
“Mari kita bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, atas berkat dan karunianya, sehingga bisa menghantar kita sampai bulan akhir Desember ini,” pintanya.
Di hari Natal, lanjut Romanus, umat Kristiani diajak datang ke gereja dan sembayang mengucap syukur dan terimakasih atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus di kandang hina menyelamatkan umat manusia.
“Kita berdoa agar Tuhan terus menghantar kita di tahun 2019 mendatang. Lalu semua orang harus bekerja keras agar hidupnya lebih baik dan tak ketinggalan. Juga anak-anak disekolahkan dan juga pemerintahan berjalan normal serta dunia usaha terus berkembang,”
pintanya.
Tuhan, menurut Romanus, selalu ada. “Mari kita berdoa sesuai ajaran masing-masing. Saya kira teman-teman beragama Islam, Hindu maupun Budha pasti mengucap syukur. Karena Tuhan telah menghantar kita hidup damai di Bumi Anim Ha,” ungkapnya.
Dikatakan, ketika masih menjabat Bupati Meruake periode 2011-2015, ia selalu menyampaikan bahwa orang Marind seperti Solo-nya Jawa. Olehnya, mereka harus dihargai dan dihormati.
“Di moment Natal ini, kita jalin silaturahmi dengan berjabatan tangan dan mengasihi- menghargai satu sama lain,” pintanya lagi.
“Kita telah ‘jahit’ dalam slogan hati yakni Izakod Bekai-Izakod Kai, Satu Hati-Satu Tujuan. Segala pikiran untuk memporakporandakan cinta kasih antara satu dengan lain, agar ditiadakan. Kita jaga tanah ini baik dan jangan terpengaruh isu,” pintanya.
“Sekali lagi kita refleksikan diri. Jika ada salah yang saya perbuat selama ini kepada masyarakat, mohon dimaafkan,” katanya.
Romanus kembali mengajak semua orang saling mengunjungi di hari Natal. Bukan hanya datang menikmati kue maupun makanan enak, tetapi berjabatan tangan sebagai tanda persaudaraan sejati.
Jangan saling memfitnah
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak saling menjual dan mefitnah satu sama lain.
“Saya melihat banyak orang Merauke menggunakan ITE maupun media cetak serta medsos untuk saling menjelekan satu dengan lain, baik dalam persiapan politik menjelang pemilu legislaif maupun Pilkada nanti,” ungkapnya.
“Ketika saya jalan di beberapa negara, medsos disana digunakan untuk memromosikan daerahnya dengan berbagai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Mestinya, pinta Romanus, Merauke harus dipromosikan. Sehingga saat orang membaca, betul betul mengenal daerah ini.
“Kalau kita hanya saling menjelekan dan memfitnah, tak ada nilai tambahnya sama sekali,” tegasnya. (LKF)
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Jelang Hari Raya Natal, Romanus: Mari Kita ‘Jahit’ Kebersamaan . Silahkan membaca berita lainnya.