Jhon Tabo Minta Negara Copot Gubernur Papua
Jayapura, PAPUANEWS.ID – Jhon Tabo, tokoh masyarakat Pegunungan Tengah menantang keras pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe perihal penarikan pasukan TNI-Polri di Kabupaten Nduga.
Mantan Bupati Tolikara itu, menyayangkan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Negara Republik Indonesia di Papua yang telah tertuang dalam Undang Undang Dasar Tahun 1945 yang berbunyi setia kepada UUD 1945 dan setia pada pancasila serta mengamankan kepentingan seluruh Negara dan kepentingan rakyat bangsa Republik Indonesia.
Dalam hal ini Lukas Enembe telah melakukan pelanggaran sumpah dan janji dan secara terbuka menentang negara sehingga pantas diberikan sanksi hukum berupa pencopatan dari jabatannya sebagai Gubernur Papua.
“Sanksi itu harus dicopot dari jabatan. Jangan main-main dengan Negara, apalagi melanggar sumpah janji jabatan dan memprovokasi rakyat. Presiden dan mendagri harus bertindak,” tegasnya saat diwawancarai di Jayapura, Minggu (23/12).
Menurutnya, aparat keamanan TNI/Polri mendapatkan tugas di Kabupaten Nduga bukan kehendak sendiri, melainkan karena ada penyebabnya.
“Ada kejadian di sana, ada pembantaian dan pembunuhan terhadap warga sipil yang sementara mengabdikan diri untuk membangun tanah ini,” katanya.
Negara juga memberikan kepercayaan kepada TNI-Polri melalui Presiden untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kabupaten Nduga, sehingga dirinya menilai seorang Gubernur tidak bisa secara sepihak menarik pasukan TNI-Polri.
“Presiden sudah memerintahkan TNI/Polri untuk mencari dan menyelesaikan di kabupaten Nduga. Jadi Gubernur jangan cengeng tetapi bangun komunikasi dengan baik. Kalau dia (Gubernur) bicara menarik pasukan berarti sudah keliru sehingga harus belajar lagi,” katanya.
Gubernur seharusnya tidak lempar batu sembunyi tangan dan melempar kesalahan hanya pada TNI-Polri karena perwakilan negara di daerah adalah Gubernur.
“Jangan pernyataan yang disampaikan di media berbicara seperti seorang LSM dan masyarakat biasa. Dia adalah utusan Negara untuk menjaga garuda yang ada di pundaknya,” tegasnya.
Jhon juga meminta kepada Negara agar dapat mengambil tindakan tegas atas apa yang telah dilakukan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua.
“Jangan serigala berbulu domba kiat pelihara di tanah Papua ini. Pemimpin di tanah ini harus memberikan kesejahteraan dan kedamaian bukan mengacaukan dan memprovokasi rakyat,” katanya.
Sebagai pemimin di Papua seharusnya Lukas Enembe mampu membawa rakyatnya keluar dari kemiskinan dan kebodohan untuk bersama keluar ke jalan yang terang menuju Papua yang damai dan sejahtera.
“Ini kan sudah melawan Negara, memprovokasi rakyat dan menolak segala macam tindakan lain. Anda seorang Gubernur tidak boleh memprovokasi rakyat dan memperkeruh masalah, kita tidak boleh berdiri sepihak. Pemimpin harus ada ditengah-tengah dan cari win-win solution,” ujarnya.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Jhon Tabo Minta Negara Copot Gubernur Papua . Silahkan membaca berita lainnya.