KPUD Papua Yakin Pemilu di Nduga Tetap Berjalan
Jayapura, PAPUANEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua meyakini pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 dapat berjalan meski belum memiliki data pasti mengenai jumlah pengungsi dari Kabupaten Nduga, ke Kabupaten Jayawijaya.
“Menurut informasi, yang masih rawan tetap dilaksanakan (Pemilu), hanya kami belum dapat infonya lebih lanjut (jumlah), pemilih yang mengungsi kami belum dapat,” ujar Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay kepada wartawan di Swissbel Hotel Jayapura, Senin (8/4).
Dalam rapat Forkompinda yang telah digelar akan diupayakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bangun di wilayah perbatasan Nduga.
“Mudah-mudahan (pemungutan suara) bisa di lakukan di perbatasan Nduga-Jayawijaya, lalu masyarakat yang bergeser ke Lanny Jaya bisa di perbatasan Nduga – Lanny Jaya, masyarakat yang bergeser ke Mimika bisa di perbatasan Nduga-Mimika. Ini alternatif-alternatif yang sudah di siapkan dan sudah di konsultasikan ke KPU RI,” tuturnya.
Ia menyebut, total ada 12 Distrik di Nduga yang masyarakatnya mengungsi. Dan Komisioner KPUD Papua sudah turun untuk melihat kondisi di wilayah tersebut, namun. Hingga kini ia belum menerima laporannya.
Theodorus mengatakan, KPUD Nduga telah memastikan jumlah pemilih yang mengungsi.
Kabupaten Nduga merupakan salah satu dari 12 kabupaten di Papua yang di perbolehkan untuk menggunakan Sistem Noken dalam Pilpres dan Pileg 2019.
Aksi penembakan di Nduga pertama kali terjadi pada 2 Desember 2018. Pada saat itu 24 pekerja PT. Istaka Karya tewas.
Sejak saat itu, aksi penembakan yang menewaskan aparat keamanan beberapa kali terjadi dan masyarakat di 12 distrik mengungsi karena ketakutan.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang KPUD Papua Yakin Pemilu di Nduga Tetap Berjalan . Silahkan membaca berita lainnya.